Kla Project Hipnotis Warga Purbalingga

PURBALINGGA – Menutup konser roadshow  dalam rangka menyemarakkan acara  Undian Tabungan Bima Periode 2 Tahun 2017 – 2018 dan HUT ke 55, Bank Jateng mempersembahkan  “Gala Pesta 90 an – Ajak Kawan Kita Reunian”, di Alun-alun Purbalingga, Sabtu malam (28/4). Pentas yang menghadirkan KLa Project, mampu menghipnotis ribuan masyarakat Purbalingga.

Kebanyakan dari mereka mengikuti band ini sejak era puncak KLa Project, yaitu medio tahun 90an, menyaksikan pentas itu. Termasuk ikut menyaksikan hingga pertunjukkan berakhir, Bupati Purbalingga, Tasdi beserta istri, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) serta Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank Jateng, Ony Suharsono.

Sebelum roadshow di Purbalingga, selama bulan Maret-April 2018 Bank Jateng menggelar konser di enam kota, menghadirkan artis nasional era 90-an. Di Sukoharjo pada tanggal  10 Maret 2018, menghadirkan Kla project, Purworejo  (17/3) – Kla project, Semarang (24/3) – Kahitna, Jepara (7/4) – Kla Project,  Batang (13/4) – Padi Reborn, Ungaran (21/4) –  Ari Lasso

“Dan roadshow terakhir di Purbalingga ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada nasabah Bank Jateng dan masyarakat Purbalingga yang ikut memadati Alun-alun Purbalingga malam ini.Ini konser paling semarak dibanding sebelumnya,” ujar Ony Suharsono yang mewakili Direktur Utama Bank Jateng.

Dalam kesempatan itu, Ony Suharsono menyerahkan bantuan alat pengolah sampah seharga Rp 100  juta kepada Bupati Purbalingga, Tasdi.Ony Suharsono juga menyerahkan hadiah utama berupa empat mobil Avanza secara simbolis ditandai dengan penyerahan simbol kunci kepada nasabah yang beruntung dari Purbalingga, Cilacap, Banyumas dan Banjarnegara. Khusus nasabah beruntung dari Purbalingga yang mendapatkan mobil Avanza, adalah Heny Wahyuning nasabah Bank Jateng Cabang Pembantu (Capem) Pasar Kota Purbalingga.

Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM yang ikut hadir pada acara itu mengaku kehadiran Bank Jateng di Purbalingga telah banyak berkontribusi terhadap pembangunan di kabupaten Purbalingga.

“Pemkab dan masyarakat Purbalingga sudah merasakan kiprahnya Bank Jateng sebagai bank terpercaya, menjadi kebanggaan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah, termasuk kabupaten Purbalingga,” katanya.

Sementara saat yang ditunggu tiba, sekitar jam 21.00 WIB, group  musik yang berdiri tahun 1988, KLa Project masuk panggung. Menggebrak dengan lagu pembuka, Hey, vokalis Katon Bagaskara yang lahir di Magelang, 14 Juni 1966 mampu menghipnotis penggemarnya.

Di sela menyanyikan lagu itu, Katon meminta penonton, khususnya wanita untuk maju berjoged di depan panggung. Para Klanis (sebutan untuk penggemar KLa Project) pun mulai merangsek ke depan dengan tertib,  karena petugas keamanan dengan sigap mengaturnya.

Beberapa lagu lainnya yang dibawakan oleh Katon, diantaranya Menjemput Impian, Gerimis, Tak Bisa ke Lain Hati, Di Negeri Awan, Tentang Kita,dan Semoga.

Vokalis lainnya, yang juga gitaris,  Lilo  (Romulo Radjadin) juga ikut membawakan lagu Belahan Jiwa.

Personil KLa Project malam itu tampil prima, apalagi didukung dengan tampilan multimedia di belakang panggung yang menawan. Dalam hal ini, gebugan drum Harry Goro  yang menghentak-hentak mampu memanaskan suasana.

Demikian juga penampilan yang sangat  apik ditunjukkan oleh Henry  (bass), Adi Adrian keyboard,piano,synthesizer), Yongli (trombone), Jordi  (terompet), Ari Kurniawan  (Saxophone),dan  empat backing vocal terdiri Ninna, Milla, Citra dan Leo. Harmoni musik yang mereka sajikan, mampu membawa penonton hanyut ikut menyanyi bersama sambil melambai-lambaikan tangan.

Di tengah penampilan itu, Jordi dengan kepiawaiannya meniup terompet, membawakan lagu Ibu Kita Kartini, dan Indonesia Pusaka. Penonton pun diajak ikut menyanyi,  hanya diiringi tiupan terompet yang suaranya melengking.

Sebagai penutup konser dari group musik yang beraliran pop progresif dan pop rock malam itu, Katon Bagaskara  membawakan lagu andalannya, Yogyakarta. Dengan penuh penjiwaan,  Katon menyanyikan lagu yang menggambarkan suasana Kota Yogyakarta dengan segala hiruk pikuknya,   dan banyaknya seniman jalanan di setiap sudut kota itu. Tak lupa, penonton pun diajak bernyanyi bersama hingga pukul 22.30 WIB.   (Hr/humas)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *