PSNUntuk menurunkan kasus demam berdarah (DB), dan demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Purbalingga, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) perlu  ditingkatkan. Dengan gerakan 3 M, yaitu menguras penampungan air/bak mandi,  memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat jentik nyamuk berkembang biak, menutup penampungan air, mengubur barang bekas ,ditambah dengan  menghindari gigitan nyamuk.

“Hal tersebut bert ujuan agar kedepan, masyarakat, terbebas dari wabah demam berdarah, dengan PSN, diharapkan kasus DB/DBD di Purbalingga, akan semakin menurun. Saat ini, angka penderita DB di Purbalingga, masih relatif tinggi, sehingga gerakan PSN perlu untuk terus ditingkatkan,”kata Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes)Kabupaten Purbalingga, Nonot Mulyono, usai  Pencanangan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dihalaman Pendapa Dipokusumo yang dilakukan oleh Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto, Selasa (28/10), dalam rangkaian upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-68, Tingkat Kabupaten Purbalingga.

Nonot mengatakan, jumlah penderita akibat DB dan DBD di Kabupaten Purbalingga pada tahun 2014 mencapai kurang lebih 400 orang, sedangka pada tahun sebelumnya angkanya sekitar 500 penderita.

“Untuk itu, mata rantai penyebaran virus DB/DBD, yaitu nyamuk aedes kita putus, agar perkembangbiaknnya dapat berkurang.  Nyamuk pembawa virus tersebut, akan berkembang biak pada hari kesepuluh, sehingga sebelum sepuluh hari tersebut, tepanya seminggu sekali, masyarakat diminta agar  melakukan gerakan PSN di  tempat-tempat favorit berkembangnya nyamuk itu,”jelasnya.

Menurutnya kalau setiap tujuh hari sekali semua masyarakat, penghuni rumah, penghuni kantor sekolah melakukan bersih-bersih, dengan menguras, menutup menimbun barang-barang bekas, yang menjadi perindukan nyamuk, atau menghindar genangan air, dia berharap nyamuk pembawa virus DB tersebut tidak  berkembangbiak lagi.

“Selain gerakan PSN, pemberantasan  nyamuk juga mendapatkan dukungan dari kader/juru  pemantau jentik (Jumantik) di setiap desa, yang jumlahnya minimal 20 orang per desa. Tugas dan fungsi dari para Jumantik tersebut, adalah melakukan pemantauna secara berkala di setiap rumah penduduk. Sehingga kalau sampai ditemukan jentik, berarti gerakan PSN tidak jalan, dan itu menajdi tigas jumantik untuk memberikan sosialisasi pemberantasan kepada masyarakat,”tuturnya.

Nonot menambahkan, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN, karena gerakan tersebut sederhana dilakukan dan tanpa biaya, serta semua orang  bisa  melakukannya. Bersih-bersih satu jam setiap minggu untuk Purbalingga bebas demam berdarah perlu terus digalakkan, hal ini harus menjadi kebiasaan masyarakat secara rutin, sehingga tempat perkembangbiakan nyamuk bisa dikurangi dan menurunkan insiden kasus penyakit demam berdarah.

Secara simbolis, Bupati Purbalingga mencanangkan  Gerakan PSN dengan memakaikan rompi, topi, dan pemberian alat PSN kepada kader kesehatan, serta pelepasan balon ke udara.