Sejumlah hasil penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), disosialisasikan kepada kalangan pengguna iptek di Purbalingga. Hasil penelitian yang dikenalkan diantaranya, teknologi pembuatan Mi Jagung, Pupuk Organik Hayati, Pembuatan Pakan Ternak dan budidaya jamur ternak.

Kegiatan Diseminasi Iptek dilaksanakan selama 2 hari, yakni Senin (20/10) paparan diseminasi iptek di ruang operation room Graha Adiguna dan Selasa (21/10) praktek pembuatan pupuk hayati  di rest area Desa Wisata Serang Kecamatan Karangreja.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto  mengharapkan agar berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikenalkan kepada masyarakat Purbalingga dapat dipraktekan dan dimanfaatkan untuk pengembangan berbagai potensi yang ada. Bupati juga mendukung produksi pupuk organik hayati bisa dilakukan oleh petani sendiri, sehingga dapat menekan biaya produksi pertanian.

“Saya sangat berharap hasil penelitian LIPI dapat dikembangkan di Purbalingga. Tujuannya untuk mengoptimalkan pemanfaatan iptek guna pengembangan potensi daerah,” tandas Bupati, Senin (20/10) kemarin.

Salah seorang peneliti asal Purbalingga Enny Sholichah,memperkenalkan teknologi pembuatan mi jagung sebagai produk alternative pangan Indonesia. Selama ini, lanjut Enny, produk mi hanya dikenal menggunakan bahan dasar gandum yang semuanya merupakan produk impor. Padahal, Indonesia memiliki komoditas unggulan kedua di masyarakat setelah padi, yakni Jagung.

“Mi Jagung menjadi produk alternative yang perlu dikembangkan. Selain untuk pangan alternative juga untuk mengurangi penggunaan konsumsi terigu,” ujar Enny.

Dikatakan, penelitian untuk menghasilkan produk teknologi pembuatan mi jagung, sudah dilakukan sejak 2011. Hingga 2014 ini, LIPI telah melakukan implementasi teknologi pengolahan mi jagung di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

“Kalau di Purbalingga sudah ada produk lokal mi ganyong, maka teknologi ini dapat dipadukan untuk membuat mi ganyong atau mi ganyong campur jagung. Pengembangan mi ganyong ini juga dapat bekerjasama dengan LIPI,” jelasnya.

Kegaitan Diseminasi juga diisi pengenalan Pupuk Organik Hayati oleh Sarjiya Antonius, Menejemen dan Budidaya Jamur oleh Iwan Saskiawan dan pengenalan profil LIPI oleh Nur Tri Aries S.

Kegiatan yang diikuti sejumlah kelompok tani, para penyuluh BPPKP, dan LSM pertanian, diakhiri dengan praktek pembuatan pupuk hayati yang dipandu oleh Entis Sutisna.