Purbalingga – Ratusan masyarakat dusun Limus Desa Karang Bawang Kecamatan Rembang, berkumpul di lapangan depan SDN 2 setempat, Minggu (1/9). Mereka merupakan warga dusun setempat yang mengikuti prosesi Ruwat Sedekah Bumi.

Kades Karang Bawang Toyo, mengatakan, kegiatan Ruwat Sedekah Bumi dengan tema Guyub Rukun Membangun Desa selenggarakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriah. Dalam kegiatan ini masyarakat dihibur dengan pertunjukan wayang kulit menghadirkan dalang Ki Mitro dari Wanogara.

Dalam acara yang dihadiri bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Kades Karang Bawang, Toyo mengajukan permintaan kepada pemerintah agar jalan sepanjang 4,5 km yang menghubungkan dusun Sapunegara ke dusun Liwus untuk diaspal.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, da;lam sambutannya mengapresasi kegiatan dalam rangka Ruwat Sedekah Bumi, karena dapat meningkatkan silaturahmi sekaligus merupakan kegiatan nguri-uri budaya atau melestarikan budaya lokal.

Kegiatan ruwat bumi juga sebagai bagian ucapan terimakasih kepada Allah SWT, karena dusun Limus telah diberikan anugerah yang luar biasa, diberikan tanah yang subur , diberikan hasil bumi yang melimpah. Mudah-mudahan dengan ruwat bumi ini semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat kepada Allah.

“Terlebih tahun baru Islam kali ini sudah memasuki ke 1441 hijriah, oleh karenanya kita berdoa semoga di tahun yang baru ini senantiasa membawa keberkahan bagi kita semua, senantiasa membawa kebahagiaan bagi kita semua, senantiasa membawa kesuksesan, dan mudah-mudahan kita menjadi orang yang lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya”, ungkap Bupati Tiwi.

Terkait permintaan pengaspalan jalan, Bupati Tiwi berjanji akan diaspal di tahun 2020 mendatang, bahkan rencana tersebut sudah masuk dalam skala prioritas Bapelitbangda.

Kegiatan menyambut tahun baru Islam juga diselenggarakan oleh masyarakat desa Sumingkir Kutasari. Di desa Sumingkir Kutasari, masyarakat memperingatinya dengan nama Grebeg Suran.Camat Kutasari Endi Astono mengatakan, kegiatan grebeg suran diawali dengan bersih-bersih sungai, karnaval hasil bumi, pemberian santunan kepada 100 anak duafa dan 50 kepada siswa kurang mampu, serta 31 bantuan bupati bagi anak yatim piatu. (u-humpro).