Melalui Semangat Maulid, Wujudkan Purbalingga Emas

Melalui peringatan hari-hai besar keagamaan, khususnya hari besar umat Islam, diharapkan jangan hanya menjadi kegiatan  seremonial belaka tanpa adanya pengaruh positif, baik untuk penyelenggara negara, alim ulama maupun umat. Diharapkan dengan peringatan hari-hari besar kegamaan dapat membawa perubahan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad serta peringatan hari besar umat Islam lainya yang rutin diperingati bersama, tidak hanya untuk mengisi kegiatan saja/rutinitas. Namun  lebih dari itu, diharapkan dapat mengambil pelajaran, hikmah, serta mampu untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,”pinta Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad  SAW Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2015 di Pendapa Dipokusumo, Rabu malam (21/1) dihadiri jajaran pejabat FKPD dan pemkab serta para alim ulama dan masyarakat.

Menurut Kento, dengan peringatan hari besar umat Islam, khususnya maulid nabi, diharapkan suri  tauladanmulai perbuatan, ucapan dari Rasul yang juga sebagai kepala rumah tangga, maupun selaku utusan Allah untuk dipraktekan melalui perbuatan dan tindakan sehari-hari, baik dalam berbangsa serta bernegara. Bupati mencontohkan bahwa diawal kelahiran Nabi SAW, suasan peradaban saat itu sangat jahiliyah (kebodohan).

“Karena pada masa tersebut penuh dengan masa kegelapan dan kebodohan,  dimana nilai nilai ketauhidanetika dan moral jauh dari penghormatan dan perlindungan, bahkan dinjak-injak. Dengan lahirnya beliau ke dunia, laksana cahaya yang akan menerangi seluruh jagat raya dari alam kegelapan dan kebodohan menjadi alam yang terang benderang, beradab dan penghormatan terhadap nilai ketauhidan,”tuturnya.

Kento menambahkan, dengan kelahiran nabi tersebut,  etika dan moral saat itu juga beliau ditegakkan. Harapanya dengan mauled nabi, nilai-nilai tersebut dapat ditegakan, sehingga Purbalingga juga akan semakin mendapatkan cahaya, bebas dari kebodohan, beradab serta menegakan penghormatan terhadap nilai-nilai tauhid.

“Hal tersebut juga untuk mewujudkan Purbalingga yang ekonomi maju, manajemen pemerintanya baik, aman wilayahnya, serta seluruh masyarakat semakin sejahtera,”terangnya.

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto KH Khariri Soffa juga sependapat dengan bupati, dengan tema menegakan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad menuju Purbalingga emas, peringatan maulid dapat diimplementasikan program di pemerintahan.

“Peringatan maulid itu dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah SAW, mengingat kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya yang universal dan abadi, misi yang Allah SWT tegaskan sebagai rahmatan lil’alamin (rahmat untuk seluruh alam). Selain itu, dengan maulid nabi juga dapat selaraskan dengan program bupati,”ujarnya.

Dalam uarian hikmahnya, Khariri menuturkan, kenyataan saat ini telah membuktikan, bahwa disebabkan belum bersungguh-sungguhnya kita dalam meneladani Rasulullah SAW dalam mengarungi perjuangan hidup, maka kehidupan kaum muslimin saat ini cenderung terperosok menjadi umat terbelakang, dibandingkan dengan ummat-ummat lain di hampir semua bidang kehidupan.

“Oleh karena itu, jika kondisi kehidupan kita ingin berubah, maka yang harus kita lakukan adalah mau dan berani merubah kebiasaan hidup kita ini. Selain itu dengan peringatan maulid juga untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT, memupuk ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah dengan harapan mengamalkan keteladan nabi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,”tuturnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *