PURBALINGGA – Fungsi pengendalian yang didasarkan pada nilai-nilai agama dan budaya Bangsa Indonesia sengat diperlukan agar sistem menejemen sekolah yang dibangun terarah. Hal itu disampaikan oleh Prof Dr Latip Diat Prasojo ST MPd saat menyampaikan materi Seminar Nasional Pendidikan dengan judul ‘Peran Strategis Kepala Sekolah Untuk Mewujudkan SDM Indonesia Unggul di Era Revolusi Industri 4.0’, Selasa (19/11) di Pendopo Dipokusumo.

“Nilai-nilai agama dan budaya Bangsa Indonesia menjadi karakter penting dalam model manajemen sekolah abad 21, sehingga implementasinya sesuai dengan situasi dan kondisi serta karakter Bangsa Indonesia,” katanya.

Berdasarkan konsep, teori-teori, kajian kritis dan analisis sistem manajemen pendidikan modern, Prof Latip menyimpulkan bahwa dalam formulasi model pada level sekolah yaitu model manajemen sekolah berbasis revolusi industri 4.0 setidaknya harus memperhatikan 5 pokok. Pertama, pembaruan sekolah yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

“Kedua,implementasi sistem manajemen era revolusi industri 4.0 dengan mempertimbangkan peran sekolah  dalam membangun MBS (Menejemen Berbasis Sekolah) era revolusi industri 4.0 di sekolah,” katanya.

Ketiga, implementasi sistem manajemen sekolah dalam kerangka konsep balance scorecard dengan melakukan sinkronisasi terhadap MBS. Keempat, implementasi sistem menejemen sekolah dalam kerangka good governance. Kelima, implementasi sistem menejemen sekolah yang adaptif dengan perkembangan Information Communication Technology (ICT).

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purbalingga, Sardjono SPd MSi menjelaskan, kegiatan Seminar Nasional Pendidikan kali ini diperuntukan kepada seluruh kepala sekolah baik dari Dindikbud Purbalingga, Kemenag maupun Pemprov Jateng. Selain untuk memperingati HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional 2019, seminar ini juga dalam dalam rangka melaksanakan amanat Undang-undang 14/2005 Tentang Guru dan Dosen.

”Bahwa guru adalah jabatan profesional yang memiliki syarat ciri dan prinsip profesional antara lain: melaksanakan kegiatan meningkatkan keprofesionalan, salah satunya mengikuti seminar,” katanya.

Selain mengadakan Seminar Nasional Pendidikan yang ditujukan kepada Kepala Sekolah, rencanannya Rabu (20/11) juga akan diselenggarakan Seminar Nasional untuk kalangan guru. Ia menjelaskan, pada peringatan HUT Ke-74 PGRI ada banyak kegiatan yang berlangsung. Mulai dari Jalan sehat, ziarah makam tokoh pendidikan, upacara sekaligus launching sebanyak 250 – 300 buku karya guru, malam resepsi yang akan diisi dengan seni budaya dan wayang kulit yang dimainkan oleh guru dan siswa.(Gn/Humas)