Berdasarkan temuan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), orang tua, khusunya yang mempunyai anak di usia sekolah, agar mewaspadai jajanan yang dibeli di lingkungan sekitar sekolah. Mereka diminta untuk selektif, serta diminta mengawasi dengan ketat, dalam memberikan uang jajan terhadap anaknya, akan lebih baik para orang tua membekali anak jajan dari rumah sendiri. Sehingga, peredaran serta penyalagunaan narkoba tidak sampai merambah ke generasi muda, khusunya para pelajar.

“Saat ini BNN sudah menemukan jajan dilingkungan sekolah yang mengandung narkoba di zat adiktif/perkusor, salah satu bahan untuk membuat narkoba. Zat tersebut positif ditemukan seperti permen dengan rasa strawberry, serta jajanan lainya, kalau sampai bahan makanan ini dikonsumsi oleh anak-anak, khusunya para pelajar akan kecanduan. Sedangkan dampak dari konsumsi narkoba tersebut, anak-anak akan menjadi malas,”jelas Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga, Edi Santosa, saat mendampingi Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, pada acara Penyaluran Beras Cadangan Pemerintah di Desa Arenan Kecamatan Kaligondang Purbalingga, Jum’at (3/10).

Menurutnya, saat ini banyak ditemukan modus oleh para penyalaguna narkoba, serta para pengedar narkoba dengan menggunakan jajan anank-anak dilingkungan sekolah. Untuk itu, para orang tua diminta untuk ikut mengawasi khususnya jajanan yang ada di sekolah, serta menjaga putra-putrinya dengan ketat, jangan sampai berurusan dengan yang namanya narkoba. Sedangkan pemberantasan narkoba dengan segala keterbatasan pemerintah, tidak akan berjalan sukses, tanpa adanya bantuan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Pemberantasan penyalagunaan narkoba, bukan hanya tugas dari pemerintah saja. Tugas ini bukan hanya tugas bupati, kapolres, tetapi tugas ini menajdi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Seluruh lapisan masayarakat  harus ikut serta memberantas peredaran barag haram ini. Sedangkan untuk mengantisipasi narkoba pada jajan anak-anak di sekolah, kalau bisa anak di beri bekal berupa makanan dari rumah saja,”pintanya.

Edi meminta, agar masyarakat melalui kegiatan yang ada di lingkungan berupa pengajian-pengajian, pertemuan warga, untuk ikut mengawasi pergaulan putra-putrinya, khusnya yang masih sekolah di SD, SMP. dan SMA. Orang tua juga punya peran utama dalam mendidik anak-anaknya, agar menjauhi narkoba, salah satunya tidak mengajari mereka untuk merokok.

“Rokok menjadi salah satu jembatan orang untuk terjerumus ke dalam perangkap narkoba. Dimulai dari rokok, setelah merokok, akan meningkat dengan mengkonsumsi narkoba. Jadi kalau bisa, anak –anak jangan di ajari untuk merokok, karena merokok juga merupakan salah satu pintu anak-anak untuk terjerumus ke dalam penggunaan narkoba,”terangnya.

Saat ini, jelas Edi, di Indonesia jumlah pecandu/pengguna narkoba sudah mencapai 4,2 juta orang, sedangkan kemampuan pemerintah, dalam hal ini BNN untuk merehabilitasi para pengguna narkoba tersebut, sekitar 18.000 oran per tahun.

“Kalau dihitung, dengan hanya merehab sekitar 18.000 pecandu per tahun,  kemampuan pemerintah untuk merehab semua pecandu membutuhkan waktu sekitar 233 tahun untuk merehabilitasi para pengguna/pecandu narkoba, yang mencapai jumlah 4,2 juta. Sedangkan usia para pecandu, berkisar pada usia sekolah, yaitu anak-anak usia 13-34 tahun. Mereka juga masih malu dan tidak mau untuk direhabilitasi, sehingga dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan Nasional Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalagunaan Narkoba Tahun 2011-2015, diharapkan pada tahun 2015 mendatang, Indonesia dapat bebas dari narkoba,”pungkasnya.

Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto dalam sambutannya juga meminta, agar warga masyarakat, khusunya para orang tua untuk ikut mengawasi anak-ananya. Harapanya, generasi muda harus tebebas dari narkoba.

“Bapak ibu, saya minta untuk terus menjaga serta mengawasi putra putri dengan baik, agar jangan sampai terjerat narkoba. Kalau sampai terjerat barang haram tersebut, akibatnya akan sangat berbahaya, serta proses rehabilitasi memakan waktu yang tidak sedikit. Dengan jauh dari narkoba, diharapkan generasi Purbalingga akan menjadi generasi Emas,”harapnya.