PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga mengagendakan pagelaran wayang kulit di 6 desa di 6 kecamatan pada bulan Sura/Muharam ini, salah satunya yakni di Lapangan Desa Timbang Kecamatan Kejobong, Senin (23/9) malam. Tidak hanya pagelaran wayang kulit, acara ini juga dibarengkan dengan penyerahan bantuan kepada kaum lansia dari Pemkab Purbalingga dan santunan oleh donatur desa setempat kepada anak yatim-piatu.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menyampaikan bantuan yang diserahkan Pemkab Purbalingga bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dari program Bantuan Bertujuan Lanjut Usia (BanTu LU). Bantuan kali ini diberikan kepada 12 penerima, 4 diantaranya dari Desa  Timbang, 7 dari Desa Langgar dan 1 dari Desa Kejobong masing-masing Rp 1,2 juta.

“Kami harap bantuan dari Kemensos ini bisa memberi manfaat bagi penerima dan berkah bagi Purbalingga dan masyarakat Timbang,” tuturnya.

Terkait dengan pagelaran wayang kulit ini, bupati sengaja menyelenggarakannya pada bulan sura. Hal ini sebagai wujud syukur atas kelancaran pemerintahan yang sudah berjalan selama 4 tahun ini. Disamping itu juga, wayang kulit selain dalam rangka menguri-uri budaya, juga untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya lokal/daerah.

“Karena wayang kulit adalah warisan budaya yang harus dilestarikan, tidak hanya tontonan tapi juga ada tutunan. Jadi nilai nilai wayang bisa diambil hikmah untuk bisa diimplementasikan kedalam kegiatan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Timbang, Suratno menyampaikan terimakasih atas penyelenggaraan pagelaran wayang kulit oleh Pemkab Purbalingga ini. Pihak desa juga turut serta dalam kegiatan sosial pemberian santunan kepada anak yatim-piatu dan fakir miskin.

 “Santunan bersumber dana dari Pemerintah Desa Timbang sebesar Rp 8, dari tokoh masyarakat Rp 9,5 juta, dan dari masjid Rp 5,4 juta serta sumbangan beras sebanyak 2 kwintal. Dari sumbangan yang terkumpul tersebut, Inshaallah malam ini akan disumbangkan kepada yang berhak menerimannya,” katanya.

Seperti yang diketahui acara yang diberi judul Gempita Peringatan Tahun Baru Islam 1441H ini diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari pemberian bantuan/santunan sosial, dilanjutkan dengan pengajian/tausiyah yang diisi oleh Wakil Bupati Banjarnegara H Syamsudin SPd MPd. Sedangkan kegiatan inti, pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Bagas Kriswanto dengan judul Amarta Winangun.(Gn/Humas)