Sedikitnya 100 pekerja pabrik di Purbalingga secara sukarela menyumbang Rp 500 untuk mendukung sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di lingkungan kerjanya masing-masing. Hal itu disepakati seluruh peserta sosialisasi, setelah salah seorang narasumber meminta dukungan peserta secara iklas memfotokopi materi sosialisasi untuk orang lain.

“Lima ratus rupiah hanya senilai satu kali parkir sepeda motor. Tapi kalau untuk fotokopi materi sosialisasi dan disebarkan kepada orang lain, tentu manfaatnya akan lebih besar. Bagaimana, semua sanggup melakukan langkah ini kan,” tanya Semedi dari DKK Purbalingga saat memberikan materi sosialisasi HIV-AIDS yang diikuti kalangan pekerja dan manajemen perusahaan di Operation Room Graha Adiguna, komplek Pendapa Dipokusumo, Selasa (23/9).

Sosialisasi diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Purbalingga bekerjasama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). Acara yang diikuti perwakilan 60 perusahaan, Perbankan dan BUMD di Purbalingga, sekaligus sebagai salah satu wujud pembinaan kepada pekerja di Purbalingga.

Menurut Semedi, dukungan masyarakat dalam mencegah penularan HIV-AIDS sangat dibutuhkan pemerintah dan KPA. Dengan menyisihkan Rp 500 untuk fotokopi materi sosialisasi dapat memberikan dukungan secara non formal kepada keluarga, teman sekerja dan masyarakat lingkungannya. Fotokopian materi sosialisasi itu, lanjut Semedi dapat diberikan kepada teman atau ditempelkan di papan informasi yang ada di perusahaanya .

“Harapan kami para peserta juga dapat membentuk kelompok peduli HIV-AIDS dan menjadi kader di lingkungannya,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Sukento Rido Marhaendrianto mengaku prihatin dengan perkembangan penularan HIV-AIDS di Purbalingga yang tergolong cukup tinggi. Menurut Dia, sejak 2010 hingga September 2014 ini di Purbalingga sudah tercatat sebanyak 105 penderita HIV-AIDS.

“Yang tidak hadir mungkin tidak tahu ada penyakit HIV-AIDS yang sangat membahayakan umat manusia. Saya ingin yang ikut sosialisasi bisa menjadi agennya Pemkab untuk menyelamatkan jutaan warga agar terhindar dari virus HIV-AIDS,” ujar Bupati Sukento.

Bupati meminta, edukasi yang harus disampaikan kepada masyarakat menyangkut pengertian HIV-AIDS, cara penularannya, bahayanya dan seperti apa pencegahan dan penanggulangannya. “Saya ingin Purbalingga terbebas dari bencana HIV-AIDS. Termasuk kenakalan remaja yang menjadi salah satu pintu masuk penularan selain perilaku sex bebas,” pungkasnya.

Selain Semedi, sosialisasi juga disampaikan oleh Kepala DKK dr Nonot Mulyono yang juga Wakil Ketua KPA dan Kurniasih, psikolog dari tim Voluntary Counselling and Testing (VCT) RSUD dr Goeteng Tarunadibrata Purbalingga.  Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Ketua Pelaksana KPA Purbalingga Henny Ruslanto.

“Kegiatan seperti ini tidak berhenti saat ini saja. Namun akan kita selenggarakan rutin setiap tahun, sebagai pembinaan kami kepada para pekerja,” tandas Kepala Dinsosnakertran, Ngudiarto.