Menyikapi pemberitaan di media massa perihal rencana pembelian mobil untuk pimpinan dewan yang mencapai  Rp 1,6 Milyar, menurut Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto harus dilakukan secara arif dan bijaksana. Penyampaian kepada masyarakat melalui steatmen di media massa harus dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Sukento menjelaskan pembelian mobil untuk pimpinan dewan (pimwan) kalau dihitung secara cermat maka pemerintah daerah (pemda) akan menghemat Rp 2 milyar. Mobil pimwan yang sekarang berjumlah 4 buah ada akan ditarik ke pemda dan diganti dengan mobil yang lebih kecil, karena pada saat rapat konsultasi dengan pimwan mobil yang sekarang ada dirasa kurang efektif.

“Mobil yang ditarik nantinya akan kita gunakan untuk mobil pelayanan kependudukan dan mengganti mobil ambulans yang sudah tua,” ujar Sukento di Peringgitan, Jum’at (7/11).

Mobil pimwan menurut Sukento akan diganti dengan dengan pembelian 3 mobil  ditambah 1 mobil hibah CSR dari Bank Jateng. Mobil yang akan dibeli nantinya sejenis dengan mobil yang dihibahkan dari CSR Bank Jateng. “ Mobil ini tidak terlalu mahal sebagaimana yang diberitakan, harganya kurang lebih Rp 260 jutaan atau sekitar Rp 780 juta kalau beli 3 buah,”ujar Sukento

Sukento berpendapat dengan adanya mobil kependudukan diharapkan pelayanan masyarakat dalam mengurus pelayanan pencatatan sipil bisa lebih dekat dan masyarakat menghemat biaya untuk transport ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. “Kalau ini kita hitung seandainya biaya transport Rp 40 ribu kali jumlah masyarakat yang menggunakan maka penghematan bisa lebih dari 2 milyar,” ujar Sukento

Sukento merasa perlu merealisasikan mobil pelayanan kependudukan ini dikarenakan pada saat roadshow pembangunan pedesaan, antusiasme masyarakat terhadap pelayanan pencatatan sipil sangat tinggi. Pada saat itu ada hampir 700 orang menggunakan layanan tersebut dan bisa terlayani sampai jadi hanya 150 orang. “Permasalahan mobil saya kira sudah clear ya,” ujar Sukento.