BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Purbalingga bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk berbagai hal yang menyangkut peran akademisi dalam perencanaan pembangunan. Jalinan kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM dengan Rektor ITB yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan, Prof Dr Ir Bambang Riyanto Trilaksono, Senin (23/12) di Ruang Rapim A Gedung Rektorat ITB.

Tujuan kesepakatan bersama ini adalah untuk memanfaatkan segala sumber yang ada pada Pemkab Purbalingga maupun ITB dalam meningkatkan sumber daya manusia melalui kerjasama yang berkaitan dengan pendidikan dan penelitian. Khususnya pada bidang perencanaan pembangunan dan pengabdian masyarakat dengan menggunakan dasar-dasar menejemen dan teknologi yang sesuai dengan kondisi daerah.

Bupati Tiwi mengatakan ke depan akan ada tindaklanjut sinergitas ITB untuk membantu Kabupaten Purbalingga, mengingat tahun 2020 akan ada Bandara JB Soedirman dalam membuka aksesibilitas di Jateng bagian selatan dan peluang-peluang investasi termasuk pariwisata.

“Sehingga saat ini kita harus mulai menata. Purbalingga memiliki pemandangan alam di kaki Gunung Slamet yang luar biasa. Sementara ITB ini memiliki pusat perencanaan dan pengembangan kepariwisataan, oleh karenanya kami harap ke depan Pemkab Purbalingga dibantu oleh civitas akademika ITB dalam rangka pengembangan wisata ini,” katanya.

Termasuk dalam hal perencanaan pembangunan, mengingat banyak bangunan di Bandung  yang iconic. Oleh karenannya, Bupati juga ingin dibantu agar ada pengambangan sumber daya manusia (SDM) dalam hal disain dan arsitektur yang bisa diaplikasikan ke Purbalingga.

Dengan adanya bandara juga diperlukan pengembangan kawasan ekonomi bisnis, karena dipastikan geliat ekonomi akan semakin terasa. Dari situ perencanaan wilayah dan tata kota Purbalingga ini harus dipersiapkan kembali.

“Kita percayakan ini kepada ITB sebagai perguruan tinggi yang sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan Kabupaten Purbalingga. Jadi kalau segala sesuatu diserahkan kepada ahlinya maka inshaallah akan memberikan kemaslahatan yang luas kepada masyarakat. Begitupun kami harap dari MoU ini akan berikan dampak luar biasa. Dampak kemajuan Purbalingga dan kesejahteraan yang seluas-luasnya,” katanya.

Wakil Rektor ITB Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan, Prof Dr Ir Bambang Riyanto Trilaksono menyatakan siap untuk membantu Pemkab Purbalingga pada bidang yang telah disebutkan. “Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada ITB, kami siap untuk melibatkan para pakar dan dosen yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini ITB terdiri dari 12 fakultas yang dapat dibagi dalam 4 klaster yakni keteknikan/engineering, ilmu eksak dan matematika, business and management serta klaster seni rupa dan disain.

“Dalam hal perencanaa pembangunan kita memiliki Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan PengembanganKebijakan (SAPPK). Para dosen di bidang itulah yang paling pas. Selain itu kami juga punya pusat penelitian infrastruktur dan kewilayahan, jadi nanti SAPPK bisa kerjasama dan bersinergi dalam perencanan pembangunan di Purbalingga,” katanya.

ITB juga punya Pusat Penelitian Pariwisata yang telah melaksanakan berbagai studi kajian dan perencanaan kepariwisataan di berbagai wilayah di Indonesia. Disamping itu juga ada Pusat penelitian infrastruktur dan kewilayahan. “Pusat ini sudah cukup banyak membantu apakah itu feasibility study, disain dari banyak project besar di Indonesia termasuk highway, jalan tol, jembatan, pelabuhan maupun bandara,” katanya.

ITB memiliki berbagai pusat penelitian yang lain seperti, teknologi komunikasi dan informasi, untuk kegiatan terkait pengembangan e-government ataupun smart city. Pusat penelitian nano sains dan nanoteknologi, Pusat penelitan Biosains dan Bioteknologi, Pusat penelitian energy baru dan terbarukan, Pusat penelitian produk budaya (disain dan seni rupa/kriya) dan lingkungan dan Penelitian mitigasi bencana.(Gn/Humas)