Pemuda Jangan Hanya Geradag-Gerudug

Pada 2015 mendatang, kesepakatan Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Jika ingin tetap bisa bersaing, Indonesia harus berbenah,sebab, daya saing beberapa sektor utama masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Pemuda diharapkan tidak hanya geradak-geruduk, karena mereka para generasi  yang akan meneruskan kondisi bangsa sekarang ini. Untuk itu karakter bangsa Indonesia, khusunya para pemuda, harus dibedah, akan seperti apa karakter bangsa ini kedepan, jika pemudanya hanya seneng geradak-geruduk saja.

“Pesan saya kepada seluruh jajaran Karang Taruna, khusunya para generasi muda, untuk tidak hanya geradak-geruduk, karena MEA tahun depan akan mulai diberlakukan di Indonesia. Dan yang harus menjadi perhatian kita adalah character of Indonesia Nation, atau karakter bangsa Indonesia itu seperti apa, itu yang harus di bedah,”pinta Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhendrianto, saat membuka acara Bulan Bhakti Karang Taruna se Kabupaten Purbalingga Tahun 2014, di Desa Gunung Karang, Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga, Minggu (28/9).

Bupati menegaskan, bahwa, dengan adanya MEA di Indonesia, dimana peredaran barang ASEAN, akan masuk secara bebas, maka dibutuhkan daya saing yang luar biasa. Untuk itu, (character buiding) karakter bangsa, pengetahuan tentang politik yang bagus, harus segera di jalankan oleh para generasi muda. Karena karakter bangsa Indonesia dari rangkaian jaman Mataram pura, Mataram, sampai dengan era kemerdekaan sekarang ini, mulai dari orde lama, orde baru, dan orde reformaasi, yang harus menjadi perhatian, serta harus dibedah, adalah karakter bangsanya.

“Dari rangkaian jaman tersebut, sesungguhnya karakter yang cocok untuk bangsa ini seperti apa, dan untuk orde selanjutnya, atau sekarang idealnya seperti apa. Saya meminta kepada para pemuda, agar karakter yang jelek tersebut, untuk ditinggalkan,”pintannya.

Selanjutnya Sukento meminta agar generasi muda mau belajar good political knowledge, atau pengetahuan tentang politik yang bagus seperti apa, hal tersebut harus dimengerti, karena para generasi muda akan terjun ke dunia politik.

“Politik yang bagus seperti apa,itu semua harus dipelajari, sehingga saat menghadapi MEA nanti, kita sudah siap dengan sumber daya, serta pengetahuan politik yang bisa diandalkan. Sehingga kita akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, jangan sampai, ibarat pepatah, ayam mati di lumbung padi,”jelasnya.

Diakhir sambutanya buapti meminta, agar Karang Taruna mempunyai andil yang besar dalam ikut membangun sumber daya manusia (SDM), yang berkualitas. Selain itu agar  pembangunan SDM, segera dimulai, serta dipersiapkan sedini mungkin di usia muda. Karang Taruna juga diminta untuk dijadikan wadah alternatif pembanguna karakter bangsa.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Bobotsari Imam. Y mengatakan, bahwa maksud, dan tujuan dari kegiatan Bulan Bhakti Karang Taruna  se Kabupaten Purbalingga Tahun 2014, adalah, untuk membangkitkan semangat juang generasi muda organisasi tersebut, dalam mengemban tugas, di bidang pembangunan kesejahteraan social. Selain itu, juga untuk lebih memupuk rasa solidaritas, antar sesame anggota Karang Taruna.

“Kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh oragnisasi kami adalah, berupa renovasi rumah warga/plesterisasi, serta pengecatan. Sarasehan yang berkaitan dengan bahaya erupsi Gunung Slamet, penanaman pohon di arela lapangan desa, serta donor darah,”tuturnya.

Imam menambahkan, peserta terdiri dari Karang Taruna se Kabupaten Purbalingga, masing-masing mengirimkan 2 peserta, serta tenaga kesejateraan social kecamatan (TKSK), Karang taruna Kecamatan Bobotsari, dan Karang Taruna Desa Gunung Karang.. Waktu pelaksanaan tanggal 27-28 September 2014, di Desa Gunung Karang kecamatan Bobotsari.

Pembukaan Bulan Bhakti Karang Taruna, ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Purbalingga, serta pemberian santunan bagi anak rehabilitasi social.

Usai pelaksanaan pembukaan, Bupati Purbalingga, didampingi Kepala Dinas Sosial Tenaga kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Purbalingga, Camat Bobobtsari , dan para Kepala Desa (Kades0 se Kecamatan Bobotsari, mengunjungi hasil kegiatan bulan bhakti, berupa plesterisasi rumah warga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *