Pengajian Jumat Pagi : 10 Keutamaan dari Lapar

PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga selama bulan Ramadhan 1439 H menyelenggarakan pengajian setiap hari Jumat di Pendopo Dipokusumo. Pengajian ini diikuti oleh segenap pejabat struktural di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), kelompok pengajian Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Purbalingga serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutan Pengajian Jumat Pagi (18/5) perdana ini, Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM mengajak kepada hadirin pengajian untuk bersyukur baik lisan maupun amal. “Atas pertemuan ini, kita wajib bersyukur atas taufik, hidayah dan inayah serta bersyukur karena bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, semoga puasa kita diterima Allah Subhanahuwataala dan menjadi golongan yang la’alakum tatakun,” katanya.

Bupati Tasdi menyampaikan ada 3 manfaat dari Pengajian Jumat Pagi ini, diantaranya meningkatkan dimensi spiritual, sosial dan kultural. Dimensi spiritual, yakni bisa menjalankan ibadah sebagaimana firman Allah Subhanahuwataala dalam Al baqarah 183, diharapkan bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, hubungan dengan Allah  semakin meningkat.

“Dimensi sosialnya kita diharapkan bisa bersilaturahmi saling asah asih dan asuh di antara kita sesama muslim. Sedangkan dimensi kultural, dengan ibadah ini diharapkan punya efek, dampak yang disiplin kita semua, tidak hanya disiplin beribadah, tapi juga disiplin mengabdi pada bangsa dan negara,” katanya.

Adapun ustadz yang mengisi tausiah pada Pengajiian Jumat Pagi perdana ini adalah KH. Roghib Abdurrahman yang juga sebagai Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Purbalingga. Tema dalam tausiah yang disampaikan kali ini adalah 10 keutamaan dari lapar.

“Imam Al Ghozali memandang lapar sebagai sisi yang positif. Ada 10 faedah yang didapat,” tuturnya.

Rohim memaparkan, menfaat pertama yakni lapar ini ternyata mempunyai faedah untuk mencerdaskan. Sedangkan kenyang seringkali justru membuat pola pikir kecerdasan yang menurun. “Dulu ketika saya di Pondok Pesantren ada riyadoh ataumembatasi diri. Santri dididik puasa, selain ramadhan, ada puasa 40 hari, satu tahun, tiga tahun. Ini bukan soal hukum, tapi perintah guru sebab ini akan meningkatkan daya nalar dan kecerdasan kita,” katanya.

Manfaat kedua dari lapar yakni akan menjadi hati lembut. Hati yang lembut akan memudahkan untuk bermunajat akan mudah menerima nasihat. Ketiga,  lapar juga kantuk meremuk nafsu syahwat. Keempat, lapar bisa mengundang rasa kepedulian sosial. Di luar sana ada yang setiap hari terpaksa puasa karena tidak ada yang dimakan. “Makna lapar yang satu ini jika diterapkan biasanya potensi zakat infak akan naik,” imbuhnya.

Manfaat kelima, yakni untuk meredam keinginan melakukan maksiat. Dalam puasa karena energi berkurang maka kemampuan fisik juga akan berkurang, sehingga akan cenderung menghindari perbuatan buruk yang membuang energi. Keenam mencegah gampang tidur. Sebaliknya, kenyang justru akan mudah ngantuk dan malas.

 

Manfaat ketujuh, dengan puasa bisa lebih banyak waktu untuk melakukan ibadah, karena lebih banyak memiliki waktu luang dari hasil mengurangi proses makan (masak, makan, buang) yang menyita waktu. Kedelapan, menyehatkan badan.

“Banyak sekali penyakit yang bersumber dari makan. Semakin banyak makanan yang dimakan semakin banyak campuran dalam perut, dan ada beberapa makanan yang mungkin tidak toyiban. Semakin sedikit yang kita makan, potensi penyakit juga sedikit,” katanya.

Manfaat kesembilan, yakni menekan ongkos pengeluaran. Kemudian manfaat puasa atau lapar yang kesepuluh, dengan penekanan ongkos pengeluaran tadi maka ada sisa uang yang bisa untuk bersedekah.

 

Kegiatan Amaliyah Ramadhan Pemkab Purbalingga Selama Ramadhan 1439

Pengajian Jumat Pagi akan berlangsung selama satu bulan Ramadhan, selain pembicara dari Ketua MUI Purbalingga, pertemuan selanjutnya tausiah bakal diisi oleh Kepala Kemenag Purbalingga (Karsono SPd.I., MPd.I) dan Dosen IAIN Purwoketo (Supriyanto LC).

Selain Pengajian Jumat Pagi. Pemkab Purbalingga juga menyelenggarakan kuliah tujuh menit (kultum) di Mushola Setda setiap ba’da dhuhur dengan pengisi Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda dan para Kepala Bagian.

Kegiatan Tarawih Keliling (Tarling), tahun ini kembali diadakan mulai tanggal 21 Mei hingga 8 Juni dengan 18 lokasi dan dibagi 2 tim, yakni Tim Bupati dan Tim Wakil Bupati. Tanggal 1 Juni juga akan diselenggarakan Pengajian Nuzulul Qur’an di Pendopo Dipokusumo.(Gn/Humas)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *