PURBALINGGA, INFO – Menjelang Bulan Ramadhan 1439 H, Desa Onje, Kecamatan Mrebet kembali menggelar Grebeg Onje. Grebeg Onje 2018 adalah festival yang  mengemas rangkaian ritual dan pagelaran budaya di Desa Onje yang merupakan desa tua dan menjadi cikal bakal Kabupaten Purbalingga. Festival tersebut diselenggarakan pada 8– 9 Mei 2018 .

Kepala Desa Onje,  Budi Tri Wibowo mengatakan ada beberapa ritual menarik di setiap pagelaran Grebeg Onje, salah satunya penggelan yang digelar kamis malam (10/5). “Besok bakal digelar pengambilan 7 sumber mata air (belik), Grebeg Gunungan, Jodangan, dan pada puncaknya ada Penggelan atau Sadranan di malam hari,” ungkapnya.

Tambah Budi, Penggelan merupakan ritual mengarak penggel (nasi penggel-red) dari Puspa Jaga Desa Onje menuju Masjid Raden Sayyid Kuning diringi tarian Begalan dam Shalawatan dengan penerangan obor. “Selanjutnya rombongan yang terdiri dari pejabat, tokoh agama, tokoh adat, dan warga melakukan siraman suci di sungai jojok telu. Ritual diakhiri mbabar penggel ngalap berkah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga, tasdi mengapresisasi Pemerintah Desa Onje dan masyarakat sekitar dalam melestarikan budaya. Bupati menyampaikan ada tiga pesan yang harus dimaknai dari pagelaran Grebeg Onje. “Satu, makna spiritual yaitu sarana bersyukur, kedua makna sosial artinya membangun dan memupuk rasa perseduluran dan makna budaya  yaitu bagaimana membentuk prilaku yang berkarakter dan berintegritas,” ungkapnya setelah penebaran benih di Belik Domas  dan ziarah makam Adipati Onje. (PI6)