Perayaan Natal BKSAG, Jauhkan Keluarga dari Dampak Negatif Teknologi Informasi

Perayaan Natal Tahun  2014 Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan  Polri di Pendapa Dipokusumo,  Selasa malam, (30/12) berlangsung meriah. Kegiatan yang diikuti para pendeta dari gereja se Purbalingga, pastor Kepala Paroki Gereja Santo Agustinus Purbalingga, serta para majelis gereja dan tokoh umat Kristiani di Purbalingga juga dihadiri Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah( FKPD) Kabupaten Purbalingga.

Acara perayaan yang diawali doa-doa rohani juga diisi operet dari siswa siswi SD Kristen Bina Harapan Purbalingga berceritan tentang kelahiran Yesus. Selain itu hikmah natal disampaikan oleh Pendeta Hotler Abner Manurung Sth, dan sambutan Bupati Purbalingga.

“Tema Natal l Tahun 2014 mengangkat tema nasional  “Berjumpa Allah dalam Keluarga”. Dengan harapan Allah yang hadir dan tinggal di dalam hidup kita, akan menjadi Allah kita. Dan kita akan menjadi umatNya,”tutur Ketua Panitia Perayaan Natal BKSAG TNI/Polri Tahun 2014 Tingkat Kabupaten Purbalingga Sarjono.

Sarjono menambahkan, panitia pada perayaan kali ini juga member kesempatan untuk berbagi kasih untuk saudara-saudara yang baru saja tertimpa musibah bencana alam di di Banjaranegara, dengan mengumpulkan dana secara sukarela.

Saat menyampaikan hikmah Natal Pendeta Hotler dengan tema “Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga” , bahwa umat manusia sudah mendengar dan percaya, bahkan merasakannya.

“Apa yang kita percayai itu kita wujudkan dalam sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan keluarga masing-masing,”tuturnya.

Menurutnya, tema tersebut menyerukan kembali, agar semua menguatkan peran keluarga sebagai lembaga yang mendidik dan menanamkan  nilai luhur kepada anak-anak dan penerus gereja serat bangsa Indonesia.

“Nilai-nilai itu adalah kasih pengampunan, kepedulian solidaritas hormat dan persaudaraan. Selain itu juga kerja keras, kejujuran, pengharapan, hidup sederhana serta nilai-nilai baik lainya untuk tumbuh dan berkembang dalam keluarga,”pintanya.

Senada dengan tema natal tersebut, Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto mengatakan, bahwa tema tersebut sangatlah tepat. Karena kebutuhan dan kebahagian keluarga menjadi isu utama yang sangat penting dalam menghadapi perubahan dunia yang sangat dahsyat.

“Fondasi keluarga mengalami ancaman yang paling besar. Ancaman itu datangnya dari kemajuan teknologi informasi, dimana kita memasuki dunia digital,”ujarnya.

Kento menambahkan, bahwa melalui media sosial, telah mengubah cara manusia berinteraksi dan berkomunikasi secara signifikan. Dampak dari itu semua adalah, semakin asing bagi persekutuan keluarga.

“Ada jarak yang membuat keluarga kehilangan kehangatan komunikasi. Selain itu, ada juga nilai-nilai yang diberikan oleh media, sehingga manusia menemukan nilainya sendiri di rimba raya digital ini,”ujarnya.

Diakhir sambutannya, Sukento mengharapakan, agar di penghujung tahun 2014 menuju tahun 2015 untuk disongsong dengan penuh semangat serta pengharapan.Kebersamaan dan kerja keras untuk berbuat lebih baik agar ditingkatkan lagi.

“Untuk itu, saya mengajak umat Kristiani agar menjadi pribadi-pribadi beriman. Menjadi garam dan terang bagi  dunia serta menjadi sumber cinta, kasih saying untuk kemanusiaan. Kepada para pemuka agama untuk terus mempererat tali silaturahmi. Tingkatkan dialog antar umat beragama yang dilandasi sikap saling menghormati, perkuat persaudaraan untuk Purbalingga yang sama-sama kita cintai,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *