Peringatan Hari Agraria, BPN Bagikan Sertifikat

BPNMemperingati Hari  Agraria Nasional ke-54, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purbalingg, mengadakan upacara dan pembagian sertifikat kepada masyarakat. Upacara dipimpin oleh langsung, Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, diikuti pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, dan seluruh PNS BPN Kabupaten Purbalingga di halaman kantor BPN, Rabu (24/9).

Bupati Purbalingga, saat membacakan amanat Kepala BPN RI  meminta, agar meningkatkan tertib administrasi dan keuangan di seluruh jajaran BPN, propinsi, kabupaten/kota, sehingga opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan dapat dipertahankan. Selain itu, agar juga untuk meningkatkan pengukuran bidang tanah dengan cara mengkutsertakan surveyor berlisensi, yang sudah dilantik pada wilayah kerja masing-masing

“Selain hal tersebut diatas, redistribusi tanah bagi petani tidak mampu, penegakan tanah terlantar, pengadaan tanah bagi pembangunan kepentingan umum, dengan menjujung tinggi hak pihak yang berhak atas tanah diminta untuk di tingkatkan. Serta meningkatkan pelayanan pertanahan dengan geo KKP, dan Web KKP, sesuai dengan estándar operasional prosedur (SOP),”pintanya.

Hal tersebut, sambung bupati, merupakan sebagai pelaksanaan good governance, dan meningkatkan pelayanan bidang pertanahan, seluruh jajaran kepala kantor wilayah BPN ,baik tingkat propinsi, maupun tingkat kabupaten/kota. Saat ini, pemerintah mengalami kesulitan mencari tanah untuk digaikan kepada petani dan rakyat yang tidak mempunyai tanah. Oleh sebab itu penegakan hukum tanah terlantar perlu diefektifkan, sehingga tanah-tanah yang tidak produktif diterbengkalikan oleh pemegang haknya, dapat dimanfaatkan untuk kesejateraan petani, transmigran, nelayan, serta program strategis lainya.

Berdasarkan data BPN, dari 85, 8 juat bidang tanah, yang belum terdaftar, kurang lebih 41, 2 juta bidang tanah, sedangkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) BPN RI, dalam melaksanakan pendaftaran tanah kurang lebih dua juta bidang tanah per tahun. Sehingga untuk menyelesaikan pendaftaran tanah di Indonesia memerlukan waktu 20 tahun.

Kepala BPN Kabupaten Purbalingga Khamdan Ambari mengatakan, saat ini sejumlah 1.500 bidang tanah sudah diselesaikan oleh pihaknya, serta telah diserahkan kepada masyarakat pada bulan Mei 2014 lalu, dari keseluruhan program yang berjumlah 3.400 bidang.

Menurutnya, pada tahun 2014, BPN Kabupaten Purbalingga telah menetapkan target program yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Program tersebut adalah pensertifikatan tanah melalui Prona menargetkan 3.000 bidang, pensertifikatan memalui redistribusi tanah targetnya 200 bidang. Sedangkan program pensertifikatan tanag pertanian targetnya 100 bidang, dan pensertifikatan tanah UKM, mentargetkan 100 bidang.

Usai uapacara Bupati Purbalingga, secara simbolis menyerahkan sertifikat kepada 13 orang penerima dari warga masyarakat di 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Purbalingga, dan memotong tumpeng, sebagai tanda Peringatan Hari Agraria BPN RI ke-54.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *