Peringatan Nuzulul Qur’an 16 Ramadhan 1439 Hijriyah Tingkat Kabupaten Purbalingga

PURBALINGGA- Hari ke 16 Ramadhan 1439 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menyelenggarakan peringatan nuzulul qur’an  tingkat Kabupaten Purbalingga yang dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga seluruh pejabat struktural ASN Kab.Purbalingga di pendapa Dipokusumo, Jum’at (01/06) malam.

Bupati Purbalingga H Tasdi, SH. MM. dalam sambutannya mengajak melalui peringatan nuzulul Qur’an dijadikan momentum mengimplementasikan Al Qur’an dalam kehidupan nyata berbangsa  dan bernegara, demi keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila yang diperingati tiap tanggal 1 Juni, maka Bupati mengajak untuk meningkatkan apresiasi Al Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan begitu juga dengan Pancasila yang merupakan falsafah bangsa dan Negara harus tetap dipertahankan.

“Al Qur’an tidak hanya dibaca, namun harus dipahami dan esensinya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga melalui peringatan ini kita wujudkan tekad mewujudkan masyarakat yang berakhlakul karimah dengan tuntunan Al Qur’an,” kata Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, uraian hikmah nuzulul Qur’an disampaikan oleh KH. Achmad Kifni yang menyampaikan bahwa hikmah turunnya Al Qur’an melalui Rosululloh SAW sebagai pedoman dalam melaksanakan hidup, sungguh merupakan anugerah luar biasa yang harus dipelajari, dipahami dan diamalkan. Dari Al Qur’an diajarkan bahwa hidup haruslah seimbang antara pembangunan fisik dan juga jiwanya.

“Disebutkan dalam Al Qur’an, bahwa manusia harus tidak hanya diwajibkan membangun fisik material namun juga membangun spiritual secara bersama sehingga terjadi keseimbangan, dan membangun keduanya diperlukan ilmu dari Al Qur’an, maka sudah seharusnya apabila menginginkan keselamatanlahir batin, dunia akhirat tentunya harus lebih mendekatkan diri  dengan Al Qur’an,” kata KH. Ach. Kifni.

Ach. Kifni juga menyampaikan, melalui Al Qur’an pula kita diajarkan menghormati keseimbangan dari perbedaan karena semua itu adalah kuasa dan rahasia Allah SWT. dengan tuntunan Al Qur’an kita diwajibkan menjalankan ibadah dengan tatanan yang diyakini dengan istikomah.

“Apabila ingin selamat dunia akhirat, jadikan Al Qur’an sebagai tuntunan hidup dengan cara memiliki mushab/ kitabnya kemudian baca isinya, apabila tidak bisa membaca dengan bahasa arab bisa belajar dengan bahasa latin namun dengan bimbingan guru/ustad/kyai, ketiga memahami artinya walaupun sedikit, keempat menghayati isi Al Qur’an dan terakhir mengamalkan dan apabila mampu mengajarkanya kepada orang lain,”  kata KH. Ach. Kifni. (t/humas)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *