POsyandu

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Srikadi V,Desa Cipawon Kecamatn Bukateja Kabupaten Purbalingga, menjadi wakil Purbalingga, untuk bersaing dengan seluruh Posyandu se Propinsi Jawa Tengah. Tim dari Propinsi Jawa Tengan rencanannya akan menilai dan mengunjungi posyandu yang berada di RT 03 RW 05 Desa Cipawon, pada tanggal 11 Oktober 2014 mendatang.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhendrianto, saat meninjau Posyandu Srikandi V Kamis (25/9),mengapresiasi, atas kerja keras yang sudah dilakukan, sehingga posyandu Srikandi V dapat bersaing dengan posyandu yang lain di wilayah Jawa Tengah.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras, serta partisipasi dari semua pemangku kepentingan , sehingga Purbalingga dapat maju ke penilain di tingkat propinsi. Atas kerja keras tersebut, saat ini Purbalingga yang diwakili Posyandu Srikandi V, sudah menempati enam besar tingkat Propinsi Jawa Tengah, Semoga dalam lomba nanti, Purbalingga, akan menjadi juara ,”harapnya.

Sukento menuturkan, bahwa untuk mencapai kemenangan adalah dengan kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas, dan adanya kebersamaan dari semua pihak.  Untuk itu, dia meminta agar kekurangan yang masih ada untuk di perbaiki/dilengkapi secara bersama-sama, dan bergotong-royong.  Selain itu, para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait, untuk membantu pelaksanaan kegiatan posyandu dengan  serius, agar berjalan sukes.

“Karena selain sebagai tempat layanan bagi warga di tingkat paling bawah, dengan ikut sertanya posyadu Purbalingga di tingkat propinsi, maka nama Purbalingga akan menjadi harum karenanya. Untuk itu, mari bersama-sama bergotong royong,  saiyeg saeko proyo‘ atau satu gerak satu kesatuan usaha, untuk mencapai keberhasilan,”pintanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, Nonot Mulyono, mengungkapkan bahwa kegiatan posyandu ada dua, yaitu jenis pelayanan  minimal kepada anak, penimbangan untuk mengontrol  pertumbuhan anak, pemberian makanan pendamping ASI, dan pemberian  Vitamin A, pemberian  makanan tambahan (PMT) untuk anak  yang tidak cukup pertumbuhan.

“Selain itu posyandu juga melaksanakan tugas memantau, serta melakukan imunisasi , dan deteksi sederhana tanda tanda lumpuh layuh pada balita, pemantauan kejadian ISPA, dan diare. Sedangkan  pelayanan posyandu yang  pertama pendaftaran, kedua penimbangan, pengisian kartu menuju sehat (KMS), penyuluhan perorangan berdasarkan KMS, jadi kalau  anaknya tidak naik berat badanya kader posyandu memberikan penyuluhan,”tuturnya

Nonot menambahkan di posyandu juga ada  pelayanan kesehatan, berupa imunisasi, pemberian vitamin A dosis tinggi, pembagian pil keluarga berencana (KB)/kondom, pengobatan ringan, dan konsulatasi KB .

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Kabupaten Purbalingga, Imam Wahyudi, mengungkapkan  bahwa posyandu, pembinaannnya, di bawah Bapermasdes dan PKK, tapi secara teknis yang sangat terkait kesehatan, biasanya pembinaannya oleh Puskesmas dan Dinkes. Karena sejarah posyandu diperuntukan untuk lebih fokus pada layanan layanan kesehatan.

“ Namun di perkembangan berikutnya, posyandu  menjadi suatu lembaga  yang ada di masyarakat pedesaan, bukan tidak hanya dengan layanan kesehatan saja, tapi  mencakup  pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup dan lain sebagainya. Untuk itu diharapka posyandu bisa menjalin kemitraan, membuat inovasi dengan lembaga-lembaga yang ada,”jelasnya.

Menurut Imam, selain sebagai lembaga layanan dasar bagi ibu dan anak, posyandu juga harus mengoptimalkan kegiatan/program pokok, seperti pengembangan, integrasi, dan kemitraan. Posyandu juga harus mempunyai prasarana yang layak, serta memadai, sebagai syarat untuk maju dalam penilain posyandu terbaik. Disamping itu juga harus melakukan inovasi positif, dalam menunjang kegiatan posyandu, mempunyai administrasi, valid, dan lengkap, serta mempunyai kader lengkap, trampil, juga berdedikasi tinggi. Kegiatan kelompok kerja (pokja) juga  harus berjalan dengan baik, kegiatan pokok optimal, serta lengkap, serta secara khusus buka setiap hari, dan ada kehadiran petugas kesehatan.