Antik

 

 

 

 

 

 

Dalam rangka ulang tahun Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno indonesia (PPMKI) ke 35, PPMKI Koordinator Wilayah (Korwil) Banyumas menggelar reli/tour wisata di Kabupaten Purbalingga. Berbagai mobil kuno dari berbagai merek dan para komunitas penggemar mobil kuno, berkumpul di halaman Pendapa Dipokusumo, sekaligus beramah tamah dengan Bupati Purbalingga, serta mengukuhkan bupati, sebagai Pembina PPMKI Purbalingga, Sabtu (15/11).

Reli wisata diikuti berbagai mobil kuno, mobil retro, serta mobil replica keluaran tahun 1901, hingga tahun 1960 dan 1970. Peserta sejumlah 108, akan melewati jalur wisata di Purbalingga dengan penumpang setiap kendaraan dua sampai tiga orang. Start dimulai dari objek wisatai Baturaden, wilayah wisata Kabupaten Purbalingga. Sedangkan esok harinya akan menuju di Kabupaten Cilacap, serta finis  sore harinya di Baturaden Kabupaten Banyumas.

Kegiatan tur wisata bertujuan untuk lebih  mengenal daerah wisata, serta jalur wisata yang ada di Indonesia, khusunya di wilayah eks Karesidenan Banyumas.Diharapkan dengan kegiatan reli wisata tersebut, para peserta, selain tahu akan objek-objek wisata yang ada di daerah, juga kesadaran taat dalam berlalu lintas, serta ketaatan lainya oleh para komunitas akan semakin meningkat.

“Selain mengenal jalur-jalur wisata, dan tempat-tempat wisata yang ada di daerah, diharapka ketaatan para komunitas pecinta mobil kuno dalam berlalu lintas, makin  meningkat. Kegiatan ini juga merupakan hal yang positif, serta dapat memberi manfaat bagi pembangunan  di daerah masing-masing, khususnya di bidang pariwisata, ”ujar Ketua Panitia Reli Wisata PPMKI Korwil Banyumas, Sugoto.

Pembina PPMKI Kabupaten Purbalingga, Sukento Rido Marhendrianto, meminta, agar organisasi para pecinta mobil kuno, diminta mampu menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Selain melestarikan mobil-mobil kuno, sebagai ajang sosialisasi, kegiatan touring/karnaval di tempat-tempat wisata ini, diharapkan PPMKI mampu menjadi organisasi/komuntas yang bermanfaat bagi masyarakat,”pintanya.

Sukento meminta, agar organisasi tersebut dapat mencontoh para komunitas sejenis, yang memberikan kontribusi bagi masyarkat, seperti bakti social, serta kegiatan positif lainya.