Satu penghargaan lagi diraih Kabupaten Purbalingga. Kali ini dalam bidang pariwisata. Purbalingga meraih penghargaan Travel Club Tourism Award (TCTA) 2014 untuk kategori The Most Improved. Penghargaan akan diterima langsung oleh Bupati Sukento Rido Marhaendrianto, Kamis (20/11) malam di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. TCTA  diselenggarakan atas kerja sama Travel Club dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Pariwisata.

Purbalingga dinilai sebagai kabupaten terbaik dalam mengemas pengembangan pariwisata, sehingga layak mendapatkan penghargaan kategori ”The Most Improved” menyingkirkan ratusan kabupaten-kabupaten lainnya. Pengembangan berbagai obyek dan wahana obyek wisata dianggap mampu mengatrol pamor Purbalingga sebagai destinasi wisata yang layak dipilih.

“Penghargaan ini semakin menjadi pemicu agar pengembangan pariwisata di Purbalingga ke depan terus semakin baik. Kami juga telah memantapkan diri, Purbalingga selain sebagai kota investasi juga sebagai kota tujuan wisata,” kata Bupati Sukento Rido Marhaendrianto, Selasa (18/11).

Sukento mengungkapkan, pariwisata adalah sektor yang bisa dengan cepat menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat. Jika bisa dioptimalkan, pariwisata Purbalingga akan memberi banyak dampak positif ke masyarakat.

Seiring dengan promosi yang dilakukan Purbalingga, kunjungan wisatawan semakin terdiversifikasi. Jika sebelumnya banyak terkonsentrasi di Owabong yang terkenal dengan sumber airnya yang sangat segar, wisatawan kini mulai melirik destinasi lain, mulai dari Purbasari Pancuranmas, Sanggaluri Park, Goa Lawa, Waterpark Walik, Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, pendakian Gunung Slamet hingga beberapa desa wisata.

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora (Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga) Kabupaten Purbalingga  Prayitno  mengungkapkan, dalam tiga tahun berturut-turut sejak 2012 hingga 2014, Purbalingga meraih penghargaan TCTA. Tahun 2013 dan 2014 ini menyabet gelar untuk kategori ‘The Most Improved’.  Pada tahun 2013 Purbalingga merupakan satu-satunya kabupaten di Jateng yang meraih penghargaan kategori tersebut. “Pada tahun 2012,  Purbalingga hanya mampu meraih The 2nd Runner Up The Most Improved,”kata Prayitno.

TCTA 2014, jelas Prayitno, merupakan ajang kompetisi antar Pemerintah yang meliputi Pemerintah Propinsi (PemProv), Pemerintah Kota (Pemkot), dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang secara berkelanjutan memberikan kontribusinya pada pembangunan kepariwisataan di wilayahnya masing-masing.

Penghargaan TCTA tidak hanya memberikan apresiasi dalam bidang kepariwisataan, namun juga dalam bidang industri kreatif.  Sejak tahun 2013 ada satu penambahan kategori dalam TCTA yaitu The Most Creative Government. Sebelumnya, hanya ada tiga kategori, yaitu The Best Performance, The Best achievement, dan The Most Improved. Penambahan kategori mendorong perubahan kriteria penilaian yang ditetapkan. Semua kriteria penilaian tersebut diberikan secara terbuka kepada setiap daerah yang berpartisipasi dalam TCTA 2014 dengan pedoman yang telah ditetapkan.

“Aspek yang dinilai meliputi tata pamong, lingkungan pariwisata, industri kreatif, pemberdayaan masyarakat dalam kepariwisataan, dan perkembangan ekonomi,. Dan ternyata tahun 2014 ini Purbalingga mampu menunjukkan kehabatannya dengan meraih kembali penghargaan tersebut” harap Prayitno.