PURBALINGGA, INFO- Mengenang tokoh dunia pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara, tidak bisa lepas dari ajaran mulia ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Ajaran tersebut menyiratkan bagaimana para penyelenggara dunia pendidikan khususnya guru untuk selalu menjadi yang terbaik dimanapun mereka berada.

“Salah satunya, ing madya mangun karsa, bagaimana guru harus mampu membaur bersama rakyat, dalam upaya mecerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya cerdas intelektualnya, namun juga cerdas dalam karakter dan sosial budayanya,” kata Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH. MM. saat beramah tamah dengan keluarga besar SMP Negeri 1 Kertanegara, Sabtu (20/1).

Menurut Bupati Tasdi, cerdas tidak hanya intelektualnya saja, namun dicontohkan seperti saat ini, sekaligus dirinya berikan apresiasi kepada keluarga besar SMPN 1 Kertanegara yang juga cerdas sosialnya, karakternya dan memiliki respon yang baik ikut serta mensukseskan program pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, salah satunya rehab RTLH.

Bupati yang didampingi Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ., Sekretaris Daerah Wahyu Kontardi, SH. serta sejumlah pimpinan OPD dan pejabat Pemkab Purbalingga, beramah tamah setelah sebelumnya, melaksanakan peletakan batu pertama rehab rumah tidak layak huni bantuan dari SMPN 1 Kertanegara untuk ibu Kustinah warga RT. 04/02 Desa Krangean Kec. Kertanegara, orang tua siswa dari Yeni Anggraeni, kelas 8.A.

Dalam ramah tamah tersebut, Bupati Tasdi membagikan 3 buah sepeda dan beberapa doorprize bagi siswa-siswi SMPN 1 Kertanegara setelah mereka dapat menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan Bupati, Wakil Bupati dan juga beberapa pertanyaan dari Sekda Wahyu Kontardi. Yang beruntung mendapatkan sepeda adalah Mella Sintiawati (kelas 8.D.), Windi Astuti (kls. 8.F.), dan satu sepeda lagi dibawa pulang oleh Pamella DA. (kls.7.D.).

Tidak Mau Kecewa, Pembangunan Sekolah Akan Dimaksimalkan Kualitasnya.

Selain membagikan hadiah kepada para siswa, Bupati Tasdi juga memberikan bantuan berupa genset dan juga pengerasan lingkungan sekolah. Bantuan tersebut diberikan mencukupi permohonan dari Kepala SMPN 1 Kertanegara Suradi, S.Pd. MM. yang menginginkan lingkungan sekolah terutama lapangan untuk dilakukan pengerasan agar para siswanya dapat melaksanakan upacara bendera maupun kegiatan lainnya tidak lagi di tempat yang becek.

Terkait kondisi sekolah tersebut, Bupati Tasdi menyampaikan, bahwa dalam pembangunan sarana prasarana pendidikan terutama sekolah, mulai tahun 2018, dirinya berkomitmen akan mengutamakan kualitas, dan pembangunan SMP akan dimulai dengan membangun SMP Negeri 1 di tiap kecamatannya secara berkala namun dengan memaksimalkan anggaran yang memadai pada beberapa sekolah dahulu.

“Jadi tidak seperti sebelumnya, banyak sekolah yang diberi bantuan, namun hasilnya tidak memuaskan bahkan terkesan hanya bagi-bagi pekerjaan saja, tanpa hasil yang jelas. Tahun ini harus terencana dengan baik, nanti akan ada prototype bagi seluruh SMPN 1 di tiap Kecamatan, dan akan mulai di inventarisir, sekolah mana dulu yang akan kita bangun,” kata Bupati Tasdi.

Selanjutnya, Bupati Tasdi dan rombongan juga melaksanakan rehab RTLH di rumah Slamet, warga RT. 03/05 Dusun 5 Desa Karangasem Kecamatan Kertanegara  yang mendapat bantuan dari SMPN 2 Kertanegara,  yang diberikan kepada salah satu siswanya yaitu Aji Safrijan, siswa kelas 7.C. Dari  Kecamatan Kertanegara, Bupati dan pejabat Pemkab lainnya menuju Kec. Karangmoncol dalam rangkaian pemberian bantuan rehab RTLH prakarsa dari guru-guru Sekolah Dasar se Kecamatan Karangmoncol kepada Atika Wahyuningsih, siswa SDN 2 Tamansari, putri dari Murdiono warga Dusun Majingklak Desa Tamansari. Berikutnya adalah pemberian bantuan rehab RTLH bagi Feni Juliana, putri dari keluarga bapak Roni warga RT. 07/19 Desa Tunjungmuli Kec. Karangmoncol yang mendapat bantuan dari SMPN 4 (Satu Atap) Karangmoncol. (PI-5 /PI-4)