Dalama rangka meningkatkan peran  kader di bidang kesehatan, meningkatkan pengetahuan dan motivasi serta hubungan yang baik sesama kader. Ratusan kader kesehatan kabupaten yang terdiri dari  petugas puskesmas dan kabupaten sebanyak 299  orang mengikuti jambore kader kesehatan, pos kesehatan pesantren dan saka bhakti husada tahun 2014 di Bumi Perkemahan (Buper) Munjulluhur Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga, Selasa (9/12).

Jambore di buka  Bupati Purbalingga, dan akan berlangsung selama sehari dengan kegiatan berupa ceramah  serta game-game  motivasi .

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Purbalingga Nonot Mulyono, latar belakang dari kegiatan jambore merupakan amanat  Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009  Tentang Kesehatan. Dalam UU tersebut menetapkan bahwa sehat adalah merupakan hak azasi manusia serta merupakan investasi . Sehingga perlu dipelihara, dilindungi serta ditingkatkan melalui berbagai upaya yang dilakukan semua pihak.

“Dalam pasal UU tersebut juga dijelaskan, bahwa setiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat, untuk mewujudkan dan mempertahankan serta memajukan kesehatan setinggi-tingginya,”tuturnya.

Nonot mejelaskan, bahwa peran serta atau partisipasi masyarakat, adalah  keikutsertaan seseorang atau sekelompok anggota masyarakat dalam satu kegiatan yang berasal dari dan untuk masyarakat.  Mulai dari pengambilan keputusan, perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan evaluasi serta pemanfaatan hasil kegiatan.

“Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan, merupakan suatu proses  aktif. Dimana sasaran dan masyarakat yang diberdayakan harus berperan, serta aktif pada program-program kesehatan. Sedangkan wahana pemberdayaan masyarakat dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat yang dikelola oleh untuk dan bersama masyarakat  serta bimbingan dari petugas puskesmas, lintas sektor dan lembaga lainnya,”ujarnya.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto dalam sambutannya menyampaikan pengahargaan yang tinggi kepada para kader kesehatan. Apresiasi diberikan atas keikhlasan serta kerelaan untuk ikut memperjuangkan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Purbalingga.

“Disamping itu, para kader kesehatan juga telah ikut nguri-uri posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada bayi, balita ibu-ibu dengan tanpa pamrih. Untuk itu saya ucapkan banyak terimakasih serta penghargaan yang tinggi. Semoga apa yang telah dilakukan, dicatat sebagai amal ibadah,”tuturnya.

Sukento mengatakan, saat musim penghujan tiba seperti saat ini, masyarakat diminta hati-hati terhadap bahaya serangga nyamuk. Sedangkan salah satu penyakit yang disebabkan nyamuk adalah mewabahnya demam berdarah(DB).

“Untuk itu, kader kesehatan dan masyarakat, saya himbau melakukan usaha pencegahan. Ini memerlukan kesungguhan dari semua pemangku kepentingan  dalam memberantas penyakit ini. Mengingat daerah kita adalah endemis DB, artinya sangatlah masyarakat sangat rentan terjangkit virus ini,”ujarnya.

Bupati meminta, agar pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan serempak hanya satu jam saja setiap minggu. Selain efektif dalam meberantas virus DB, kegiatan tersebut diharapkan dapat dilakukan seluruh anggota keluarga, tanpa perlu biaya serta hasilnya sangat efektif.