Sekolah Diminta Miliki Kantin Sehat

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM menghendaki adanya aturan yang mengharuskan setiap sekolah menengah pertama (SMP) memiliki kantin sehat. Nantinya akan ada regulasi berupa peraturan bupati (Perbup) untuk mengatur standarisasi kantin sehat dan perlindungan asetnya.

Hal itu disampaikan Bupati usai meresmikan kantin sehat atau Kid’s Kulinary Center SMP Negeri 3 Mrebet dalam rangkaian acara Perpisahan dan Wisuda Siswa sekolah itu, Senin (14/5).

Dikatakan Bupati, adanya kantin sehat dapat memberikan perlindungan kepada warga sekolah terhadap kemungkinan beredarnya makanan tidak sehat yang dikonsumsi siswa. Selain itu juga dapat memberdayakan masyarakat disekitar sekolah untuk menjadi salah satu pemasar disekolah tersebut.

“Nanti saya berharap semua sekolah memiliki kantin sehat. Segera kita kaji terkait regulasinya untuk mengatur standarisasi jenis makanan yang boleh dikonsumsi siswa, termasuk perlindungan aset karena dikerjasamakan dengan pihak luar sekolah,” katanya.

Standarisasi yang akan diatur menyangkut aspek gizi, aspek higienis, kebersihan, dan pengolahannya. Sehingga makanan yang dikonsumsi siswa di sekolah benar-benar terjaga dan terawasi dan tidak menimbulkan masalah bagi kesehatannya. “Jangan sampai anak-anak kita diberi makanan yang digoreng dengan minyak  jlantah (minyak limbah atau minyak goreng yang sudah digunakan berulangkali-red). Ini akan berbahaya bisa memicu penyakit jantung,” tandasnya.

Kepala Sekolah Sapti Winarni, SPd mengaku selain untuk menyediakan makanan sehat untuk anak didiknya, Kid’s Kulinary Center juga dimaksudkan untuk memberikan pendidikan karakter kepada siswa. Mereka, lanjut Sapti, diarahkan untuk membeli jajanan sehat di kantin sehat yang dilengkapi dengan taman dan tempat duduk untuk makan. “Mereka kita biasakan makan sambil duduk, tidak sambil berjalan,” katanya.

Selain melalui kantin sehat, pihak sekolah juga membiasakan semua siswa dan guru berjabat tangan sambil mendoakan yang dilakukan setiap pagi sebelum pembelajaran. Bentuk pembinaan karakter lainnya berupa pembiasaan memungut sampah atau gerakan pungut sampah (GPS).

Terkait wisuda siswa kelas IX, Sapti Winarni menjelaskan bahwa kegiatan wisuda disekolah yang dipimpinnya merupakan wisuda ke-13 dengan jumlah siswa yang diwisuda sebanyak 136 siswa. Dari jumlah itu terdapat 10 siswa yang memperoleh nilai kelulusan tertinggi. Kepada mereka diberikan tambahan penghargaan berupa uang oleh Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM.

“Kami berterimakasih karena kehadiran Bapak Bupati memberikan sejumlah bantuan kepada sekolah dan siswa,” katanya.

Ditambahkan, kehadiran Bupati Tasdi memberikan bantuan kepada sekolah berupa pavingisasi halaman sekolah seluas 175 m2 dan pembangunan tembok keliling. Kepada siswa, Bupati juga memberikan tiga buah sepeda masing-masing diberikan kepada siswa yang beruntung yakni Anintia Safitri, Ersanada F.A.S dan Octavia. Selain itu, bupati juga memberikan hadiah uang  kepada sejumlah siswa yang lain. (Hr/humas)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *