Semangat gotong royong, dijaman sekarang ini merupakan hal yang semakin langka, serta sudah luntur gaungnya. Apalagi keadaan masyarakatnya, yang tengah mengalami konfilk, khusunya konflik social antar masyarakat, sehingga perlu untuk terus digenjot semangat gotong royong, supaya tercipta semangat persatuan diantara warga.

“Jangan sampai semangat kegotongroyongan masyarakat menjadi luntur, mari bahu-membahu meningkatkan terus  gotong royong, eratkan persatuan, serta kerja keras dalam membangun, khusunya membangun desa. Semangat gotong royong ini, saya minta untuk  terus  digenjot, dan dibangkitkan lagi, jadikan gotong royong sebagai ciri budaya masyarakat ,”pinta Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto, saat Acara Aksi Bersama Program Keserasian Sosial, di Desa Losari, Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga, Minggu (26/10).

Berkaitan dengan program keserasian social, Bupati Kento juga berharap, agar program yang berkaitan dengan kesejateraan masyarakat untuk dipahami sebagai program bantuan yang sifatnya sebagai perangsang (stimulus). Hal tersebut, supaya masyarakat dapat bahu-membahu dalam pembangunan desa. Begitu juga  yang berkaitan dengan langsung kepada masyarakat, agar dilakukan secara cepat dan prima.

“Jangan sampai ada masyarkat yang dipersulit dalam pelayanannya, ciptakanlah, pemerintahan desa, sebagai aparatur yang bersih, transparan, serta siap melayani berbagai kepentingan social masyarakat,”pintanya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnsosnakertrans) Kabupaten Purbalingga, Ngudiarto, mengatakan, kegiatan keserasian social tersebut merupakan  program dari Kementrian Sosial RI, yang diperuntukan bagi masyarakat, dalam rangka menghindari timbulnya konflik social.

“Konflik social bermacam-macam, mulai dari konflik antar desa, antar dusun,  serta konflik antar agama. Dengan program ini, diharapkan masyarakat dapat hidup berdampingan, guyub rukun menjadi satu. Sedangkan program ini, merupakan program gotong royong, yang berbasis masyarakat,

Menurut Ngudiarto,program ini dikerjakan secara bergotong royong, dengan gotong royong, para masyarkat yang tengah dilanda konflik  akan saling kenal, saling akrab, sehingga akan terhindar dari adanya konflik social. Anggaranya bersifat stimulan, dan disesuaikna dengan kebutuhan masyarakat, misalnya yang dibutuhkan untuk menghindari konflik social.

“Mungkin untuk membuat rabat beton, irigasi masyarakat, ataupun pavingisasi jalan, semuanya masyarakat yang menentukan dan yang mengerjakan masyarakat, sedangkan anggaranya difasilitasi dari pihak dinas.

Kepala Desa (Kades) Losari Kecamatan Rembang,Harwanto mengatakan, pihak desa dan masyarkat menyambut antusias kegiatan program keserasian social di desanya, serta kedepannya untuk terus dilanjutkan lagi. Antusiasme warga terwujud dengan merealisasikan pavingisasi dengan panjang kurang lebih 535 meter persegi, serta luas 677 meter persegi, dan melakukan rabat beton sepanjang 700 meter persegi.

“Dana dari Kemensos yang hanya Rp 109.000.000, juta bila dikalkulasikan untuk membangun jalan sepanjang itu, jelas tidak mencukupi. Justru swadaya dari masyarakat melebihi dari bantuan yang diberikan oleh pemerintah.S aya bangga, dan mengapresiasi, atas semangat  seluruh warga yang sangat tinggi, berupa  swadaya dana, tenaga, serta bantuan material lainya,”tuturnya.

Program keserasian sosial yang dilaksanakan di Desa Losari membangun jalan lorong  berupa pavingisasi dan rabat beton, jalan tersebut menghubungkan Dusun I, serta Dusun II, sehingga diharapkan akses masyarakat akan semakin mudah.

Melihat warganya bahu-membahu bekerja bakti, mengangkut paving, Bupati Purbalingga, beserta camat Rembang ikut serta membantu memindahkan paving secara estafet, usai kerja bakti, dilakukan syukuran dan makan bersama warga, dengan berbagai aneka tumpeng, juga aneka makanan tradisional.