Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi”. Itulah sepenggal  kata bijak Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (Pangsar TNI) Jenderal Soedirman, yang dibacakan oleh Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, saat Upacara  Pelepasan Kirab Merah Putih Dalam Rangka Mengenang dan Memeperingati Kelahiran  Jenderal Sodirman  Tahun 2015 di Lapangan Monumen Tempat Lahir (MTL) Soedirman Desa Bantarbarang kecamatan Rembang Purbalingga, Sabtu (23/1) yang dihadiri jajaran Forum Kooordinasi Pimpinan Daerah, serta diikuti unsur TNI/Polri dan masayarakat.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, serta ucapan terima kasih atas gagasan terselenggaranya acara semacam ini,”tuturnya.

Menurut Kento, melalui kegiatan kirab merah putih, diharapkan dapat mengenang serta meneladani dari sifat-sifat positifnya .Diakui atau tidak, pengaruh nilai-nilai global yang sudah mendunia, ikut andil dalam membentuk jiwa nasionalisme. Ada kecenderungan saat ini nilai kejuangan dan nasionalisme mengalami proses pelunturan.

“Nilai-nilai pragmatisme, konsumerisme dan hedonisme telah menjadi gaya hidup sehari-hari. Hal itu, tentunya menjadi keprihatinan kita bersama. Untuk itu, kegiatan kirab merah putih, kali ini, sangat penting agar terus dipertahankan serta dilanjutkan dari waktu ke waktu,”pintanya.

Bupati menambahkan, bahwa untuk mendobrak itu, nilai nilai kejuangan bangsa Indonesia  sudah semakin luntur. Kebetulan Pangsar Soedirman lahir di Purbalingga diharapkan  dengan kirab merah putih dapat mendorong jiwa patriotisme masyarakat di Purbalingga, khusunya generasi muda sebagai wujud bela negara.

“Karena kedepan tantangannya besar sekali, seperti gaya hidup hedonisme, mengutamakan keutamaan dunia, kesenangan dunia, dan nilai keagamaan yang mulai luntur. Dengan keadaan tersebut, akan bagaimana dengan bela negara ini, karena bela negara tidak cukup dilakukan oleh aparat TNI saja. Tetapi hal tersebut diperlukan dukungungan dari seluruh komponen bangsa, masyarakat dan  generasi muda. Untuk itu, saya angkat topi dengan kegiatan semacam ini,”ujarnya

Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0702 Purbalingga, Agustinus Sinaga mengungkapkan, bahwa maksud dan tujuan pelaksanaan kirab merah putih merupakan bentuk kegiatan untuk  mengenang  kelahiran Pangsar  Jenderal Soedirman.

“ Karena beliau mulai berkarier di Banyumas, jadi intinya kami mengajak seluruh lapisan masyarakat mengenang kembali jasa-jasanya. Karena Pak Dirman adalah salah satu pahlawan yang meninggalkan banyak kesan-kesan hingga sekarang tidak termakan jaman, sehingga harus kita ikuti, “tuturnya.

Menurutnya, waktu dan tempat kegiatan hari SabtuMinggu (24-25 Januari 2015). Start dari MTL Jenderal Soedirman Desa Bantar Barang Kecamatan Rembang, serta finis di Markas Komando Resort Militer (Makorem) 071 Wijaya Kusuma Banyumas.

“Pelaksanaan kirab terdiri dari beberapa etape. Eetape I dari MTL, finis Pasar Paing Desa Bedagas Kecamatan Pengadegan. Etape II dari Pasar Paing menuju ke Kecamatan Kaligondang dan finis di Desa Selanegara Kecamatan Kaligondang. Dan etape ke IV berakhir di Makodim 0702 Purbalingga”jelasnya.

Agustinus menambahkan, pelaksanaan hari berikutnya, kirab merah putih akan diberangkatkan dari Makodim hingga Sub Terminal Jompo Kecamatan Kalimanah, selanjutnya diteruskan menuju Makorem 071 Wijaya Kusuma yang akan dilaksanakan oleh jajaran Kodim 0701 Banyumas.