Silaturahmi Bersama Wartawan, Bupati Harapkan Pemberitaan Mempunyai Nilai

PURBALINGGA – Pemberitaan yang selaras dan seimbang serta mempunyai nilai positif diharapkan dapat menarik investasi masuk ke Purbalingga. Hal tersebut disampaikan Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto pada saat silaturahmi bersama wartawan di Peringgitan Rumah Dinas Bupati, Rabu (6/8).
Selain itu juga dengan adanya silaturahmi ini akan mempererat hubungan antar bupati dan wartawan. Wartawan sebagai penyambung lidah antara masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat memberikan pemberitaan yang positif, yang nantinya berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi nasional sekarang sedang menurun dikarenakan kemampuan daya beli masyarakat turun dan perbankan susah mencari dana karena bunga kredit sangat tinggi,”kata Sukento.
Untuk itu Sukento mengajak kepada insan pers untuk memberitakan UMKM di Purbalingga agar investor masuk dan daya beli masyarakat menjadi naik. Pemda sudah mengeluarkan kebijakan agar produk UMKM lokal Purbalingga masuk ke kantin-kantin sekolah dan pemkaian produk lokal di instansi-instansi pemerintah.
“Kita juga sedang menggenjot perbaikan infra struktur jalan agar arus barang dan jasa dari desa ke kota atau sebaliknya bisa langsung ke pembeli, sehingga pembeli untung,”kata Sukento
Ketua Forum Wartawan Purbalingga (FWP), Wachyono juga mengungkapkan berita yang baik adalah pemberitaan yang seimbang. Pemberitaan tidak boleh dipelintir, sehingga komunikasi antara wartawan dan pemda tidak berjalan dengan baik.
“Apabila ada pemberitaan negatif harus ada klarifikasinya, kadangkala klarifikasinya tidak dimuat sehingga berita tidak seimbang, untuk itu saya mewakili teman-teman mohon maaf,”kata Wachyono.
Wachyono juga berharap dengan adanya digelarnya silaturahmi ini dapat membuka lembaran baru, sehingga pemberitaan bukan asal berita namun berita yang memberikan manfaat. “Berita itu harus riil, nyata dan seimbang,” tegas Wachyono.
Sedangkan Kabag Humas, Rusmo Purnomo menyatakan keseimbangan berita sangat penting agar masyarakat jelas terhadap suatu peristiwa. Pemberitaan yang negatif akan berdampak tidak baik di tengah masyarakat.
“Kita semua berharap, dengan silaturahmi dan komunikasi kita bisa saling bekerjasama antara pemda dan watawan,” pungkas Rusmo (Sapto Suhardiyo)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *