SIPD Purbalingga terbaik di Jawa Tengah

Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Purbalingga terbaik di Jawa tengah untuk katagori kabupaten, sedangkan untuk kota di pegang oleh Kota Semarang. Untuk Purbalingga rata-rata pencapaian data dari tahun 2010 – 2014 sebesar 59,58 %.  SIPD ini menurut Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purbalingga, Suroto adalah suatu  jaringan yang mengumpulkan data secara terpadu di daerah dan pusat sebagai dukungan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan secara online.

Data SIPD nantinya akan menjadi data rujukan bagi setiap pemangku kebijakan. Dalam pengambilan data Suroto mengatakan berasal dari data Satuan Kerja Perangkat Daerah di wilayah Purbalingga dan data yang diambil dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan yang berjumlah 18 orang. Dari data tersebut diolah yang menjadi data SIPD.

Suroto juga mengakui ada persoalan data baik di tingkat pusat dan daerah, masing-masing SKPD mempunyai data yang berbeda dikarenakan menggunakan indikator yang berbeda sehingga hasilnyapun berdeda. “Di Kementrian Dalam Negeri pun ada dua sumber data yakni data potensi desa dan data SIPD,”ujar Suroto.

Pada kesempatan itu juga dilakukan paparan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Purbalingga, Suryokoco. Paparan memuat tentang produk domestik regional bruto (PDRB), Data Purbalingga dalam Anggka, data kecamatan dalam anggka, evaluasi pembangunan sosial, nilai indeks harga dan nilai tukar petani.

Dalam paparannya Suryokoco menjelaskan untuk tahun 2013 ini tingkat pertumbuhan ekonomi Purbalingga kinerja ekonominya menurun dari 6.22 % pada tahun 2012 menjadi 5,66%. Sedangkan untuk struktur ekonomi atas harga dasar berlaku mamsih di sektor pertanian sebesar 29,23 % disusul perdagangan/hotel, sektor jasa-jasa dan industri pengolahan masing-masing sebesar 19.47%, 18,84% dan 10,87 %.

Sedangkan untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 73, 49 dibawah Banyumas sebesar 73,96 dan diatas Cilacap 73,34. Perhitungan IPM itu sendiri berasal dari 4 komponen dasar yang pertama angka harapan hidup sebesar 71.08 %, angka melek huruf sebesar 93,78%, rata-rata lama sekolah sebesar 72,3% dan pengeluaran perkapita sbesar Rp 641.630.

“Pada tahun 2013 penduduk miskin mengalami penurunan menjadi 20,53% dari 21,19% dan garis kemiskinan sebesar Rp 265.262,”pungkas Suryokoco.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *