Kegiatan Purbalingga Green Festival yang diadakan di Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bojong, diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk memanfaatkan taman-taman kota yang ada di berbagai sudut kota untuk kegiatan positif.  Jangan sampai tujuan membangun taman kota dimanfaatkan untuk kegiatan yang justru merusak moral masyarakat.

“Secara pribadi saya senang taman kota Bojong untuk kegiatan seperti ini (Green Festival-red). Kegiatan ini menunjukan bahwa taman kota bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif,” ujar Bupati Sukento Rido Marhaendrianto saat membuka rangkaian acara Purbalingga Green Festival, Minggu (26/10).

Bupati mengaku prihatin karena dirinya sering mendapat sort message service (SMS) dari masyarakat yang memberitahukan kalau di taman-taman kota sering digunakan oleh segelintir orang untuk kegiatan yang tidak baik. Bukan saja lewat SMS, dalam suara pembaca sejumlah surat kabar juga sering dijumpai keluhan serupa.

“Saya minta kepada SKPD terkait agar, lampu di taman kota segera ditambah dengan lampu yang lebih terang. Kalau kurang anggaran, saya bersama ketua DPRD (Tongat-red) bisa menganggarkan,” tandasnya, setelah sebelumnya memperkenalkan Ketua DPRD yang baru, Tongat, yang juga hadir dalam acara itu.

Bupati juga berharap agar kegiatan Purbalingga Green Festival dapat dijadikan salah satu upaya menjadikan kabupaten yang bersih, hijau, nyaman dan layak. Menurut Bupati, penyelenggaraan Purbalingga Green Festival kali kedua ini, sebagai wujud eksistensi Komunitas Hijau Purbalingga dalam pengembangan kota hijau di Purbaingga.

Dibagian lain Bupati mengatakan, Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) yang diluncurkan pada 2011 lalu, adalah wujud kepedulian pemerintah pusat terhadap permasalahan yang sering terjadi di perkotaan.  Dalam Undang – Undang Penataan Ruang, lanjut Bupati, mengamanatkan kepada  pemerintah daerah untuk menyediakan ruang terbuka hijau public di perkotaan seluas 20 persen dari total wilayah perkotaan.

Melalui kegiatan P2KH, hingga pelaksanaan tahun ketiga ini, Purbalingga telah berhasil menambah jumlah dan luasan ruang terbuka hijau di perkotaan. Seperti pembangunan RTH  Bojong , hutan kota depan SMK N 3, dan tahun 2014 ini tengah dibangun taman hutan kota Wasesa yang akan dilengkapi dengan jogging track dan plaza.

“Yang pertama kita wujudkan dulu membangun 20 persen RTH. Yang kedua, 2015 nanti saya akan lebihstreng menghimbau masyarakat untuk dua hal, pertama menghijaukan kota dan kedua menciptakan kebersihan kota. Kuncinya pada kesadaran masyarakan dan anak sekolah,” tandasnya sembari meminta Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk bekerja lebih keras lagi.

Ketua Panitia Purbalingga Green Festival, Tri Daya Kartika mengaku, penyelenggaraan festival kali ini lebih meriah dibanding kegiatan serupa tahun lalu. Kegiatan yang menandai puncak kegiatan komunitas hijau 2014, diikuti berbagai unsur seperti pejabat di lingkungan pemkab, Kades dan Kepala Kelurahan dilingkungan perkotaan, serta perwakilan masyarakat yang peduli lingkungan.

Sejumlah kegiatan seni dipusatkan di Taman RTH Bojong, seperti hiburan band, rampak kentong, baca puisi, dan aksi teatrikal dari teater Brangkas.  Kegiatan lainnya berupa Parade Sepeda Onthel yang diikuti 913 peserta dari berbagai komunitas sepeda di Purbalingga seperti  Basasena, Pedal, Puspito, KLN, Sewaka, dan lainnya.

“Parade Sepeda Ontel dilepas oleh Pak Bupati. Termasuk melepas balon usai aksi teatrikal,” jelas Tri Daya Kartika.

Purbalingga Green Festival kali ini juga kembali mengikutsertakan anak TK/PAUD untuk mengikuti lomba mewarnai dan siswa SD – SLTP untuk lomba menggambar.  “Sesuai pendaftaran jumlahnya mencapai  563 siswa,” tambahnya.

Acara itu juga dimeriahkan kegiatan Festival Jajanan Rakyat menyajikan makanan tradisional seperti grontol, sega jagung, krawu, buntil, cenil, lopis, awug-awug dan lainnya. Seluruh jajanan tradisional tersebut dapat dinikmati gratis oleh  seluruh peserta.  Lainnya, pameran produk organic dan pameran produk UMKM Purbalingga.

Pada kegiatan itu juga diserahkan papan nama Sekretariat Komunitas Hijau Kelurahan Kembaran Kulon dan Komunitas Hijau Kelurahan Bojong.