+Wagub Jateng Heru Sudjatmoko : ’Ibarat Sekolah, Saya Belum Tamat Jadi Bupati Purbalingga’

Acara ramah tamah

PURBALINGGA, – Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si mengakui dirinya belum bisa berbuat banyak menyelesaikan tugas-tugas ketika menjabat sebagai bupati Purbalingga. Heru mengibaratkan, jika seperti sekolah, dirinya belum tamat.

”Ibarat sekolah, yang semestinya tamat lima tahun, namun baru saya jalani tiga tahun. Tidak tahu, dapat ijasah atau tidak. Paling tidak ya dapat sertifikat,” ujar Heru Sudjatmoko saat menggelar ramah tamah dengan anggota DPRD, tokoh masyarakat, para kepala desa, pimpinan SKPD, Ormas, organisasi keagamaan, organisasi wanita di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Sabtu (31/8) siang.

Heru Sudjatmoko menjadi Bupati Purbalingga mulai 27 Juli 2010. Heru yang berpasangan dengan wabup Sukento Ridho Marhaendrianto, MM semestinya menyelesaikan tugas pada 27 Juli 2015 mendatang. Namun, Heru mencalonkan diri sebagai wakil Gubernur Jateng melalui PDI Perjuangan pada tahun 2012. Heru yang dipasangkan dengan Ganjar Pranowo akhirnya terpilih sebagai gubernur Jateng pada Pilkada 26 Mei 2013 dan resmi dilantik sebagai wakil gubernur pada 23 Agustus 2013.

Dalam kesempatan itu Heru mengungkapkan, dirinya bersyukur karena banyak belajar dari bupati pendahulunya Triyono Budi Sasongko (Bupati dua periode sejak 2000-red). Heru mendapat kesempatan menjadi wakil bupati mendampingi Triyono BS untuk periode 2005 – 2010. Pada tahun 2010 Heru mencalonkan diri sebagai bupati Purbalingga. ”Ketika menjadi wakil bupati, saya merasa harus banyak belajar. Ketika menjadi bupati, rupanya tidak selesai bagi saya untuk belajar” ujar Heru yang hadir didampingi istri, Ny Sudarli HS.

Heru juga menyatakan, dirinya belum banyak mengerjakan tugas-tugas membangun dan memajukan Purbalingga. Pekerjaan yang dilakukan baru setengah jalan. Heru memohon maaf karena tidak bisa menyelesaikan tugas itu semua. ”Namun, saya yakin, pak Kento (wakil bupati-red) akan meneruskan pembangunan di Purbalingga. Saya yakin, Pak Kento bahkan akan melangkah lebih baik, tentunya dengan dukungan semua pihak termasuk dari DPRD dan warga masyarakat. Meski waktunya singkat, namun saya yakin bisa menyelesaikannya,” kata Heru.

Dalam kesempatan itu, Heru juga mengungkap, setelah dilantik menjadi bupati pada tahun 2010, yang ada dibenaknya adalah menyelesaikan dengan baik tugas bersama wakil bupati. Heru mengaku sudah ancang-ancang, dan sudah membicarakannya dengan istri untuk tidak akan mencalonkan kembali sebagai bupati pada 2015, setelah masa kerjanya usai. Heru sengaja tidak mengutarakan lebih awal, karena jika dilakukan dirinya khawatir sudah banyak yang sibuk untuk pencalonan bupati 2015. Jika pencalonan sudah menyeret birokrasi, maka birokrasi bisa terpecah belah.

”Meski saya punya ancang-ancang untuk tidak akan mencalonkan menjadi bupati lagi, ternyata ada jalan diluar jangkauan dan pikiran saya. Pada tahun 2012 beberapa anggota Fraksi PDIP meminta saya untuk mencalonkan diri sebagai wakil gubernur. Formulier pendaftaran juga diambilkan oleh mereka,” katanya.

Jangan Meremehkan Orang

Dibagian lain Heru mengatakan, dirinya dapat memetik pelajaran berharga ketika hendak mencalonkan diri sebagai cawagub Jateng melalui PDIP. Pelajaran itu yakni bahwa seseorang tidak bisa ditebak, jalmo tan keno kiniro. Seseorang yang mendorong dirinya untuk mencalonkan sebagai cawagub, memiliki nilai sejarah tersendiri. Pelajaran lain yang juga patut dipetik adalah jangan sekali-kali meremehkan orang lain. ”Meski orang itu kedudukannya dibawah kita. Kalaupun meski ada strata sosial jauh dibawah kita, maka pesan moralnya jangan meremehkankan orang itu,” kata Heru.

Sebelum mengakhiri acara ramah tamah, Heru juga memohon doa restu kepada seluruh warga masyarakat Purbalingga. Saling mendoakan, donga-dinonga. ”Saya mohon keiklhasan doa dari seluruh warga Purbalingga untuk mengeman amanah sebagai wagub Jateng. Mudah-mudahan kami diberi kemampuan untuk melayani masyarakat. Saya juga mendoakan Purbalingga semakin maju, semakin tertata. Tentu saya tidak akan melupakan Purbalingga,” pungkasnya. (Humas/y/Hr/Kmn)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *