Wahyu Tri Anggono dan Kharisma Fatma Afridina, keduanya wakil dari SMAN 1 Purbalingga terpilih sebagai juara I Kakang -Mbekayu Duta Wisata Purbalingga 2014.  Keduanya berhak mewakili Kabupaten Purbalingga pada acara serupa yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Provinsi Jateng, akhir Oktober mendatang. Pemilihan Kakang Mbekayu diikuti oleh 38 peserta dan digelar di Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuranmas, Purbayasa, Minggu (29/9).

Sementara untuk juara II dan III Kakang diraih Dwi Handoko (Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan) dan  Fajar Sagita Oendiarto (SMAN 1 Purbalingga), sedang Juara Harapan I – III Kakang masing-masing Andhika Ramadyan (Desa Patemon, Bojongsari), Ragil Sutanto (BPR Surya Yudha) dan Syaeful Anwar (Desa Talagening Bobotsari). Untuk Mbekayu, juara II dan III diraih Aurora Windy Imanissa (Desa Bojanegara Kecamatan Padamara), Liska Aprilia Candrarini (Bukateja). Juara Harapan I – III Mbekayu masing-masing diraih Mika Novelianingtias (Desa Pepedan Karangmoncol), Karunia Pramanti Putri (SMAN 1 Purbalingga), dan Diva Tanika Puspitaningrum (SMAN 1 Bobotsari).

Dalam ajang pemilihan duta wisata tersebut, kemampuan peserta dalam berbahasa inggris masih perlu ditingkatkan. Meski beberapa peserta berbahasa Inggris dengan lancer, namun substansi jawaban kurang tepat dan melebar dari pertanyaan yang disampaikan tiga dewan juri. “Kemampuan bahasa Inggris peserta sudah lumayan baik, namun untuk kembali bertarung di ajang serupa di tingkat Jateng, kami akan membekali juara I Kakang Mbekayu agar bisa tampil lebih baik,” kata Kabid Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si disela-sela acara tersebut.

Sementara itu Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto mengungkapkan, peran kakang mbekayu duta wisata sangat besar. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Purbalingga yang akan menjadikan Purbalingga sebagai kota wisata dan dagang. Sukento juga meminta, duta wisata terpilih harus segera membekali diri dengan pengetahuan tentang kepariwisataan, kepribadian, dan kemampuan berbahasa. “Selain bahasa Indonesia, duta wisata paling tidak harus menguasai bahasa Inggris, Mandarin, Arab  dan bahasa Korea,” pinta Sukento.

Sukento menyatakan, pada tahun 2015 Pemkab Purbalingga akan mengembangkan obyek wisata Goa Lawa. Obyek wisata di Desa Siwarak ini akan dikembangkan menjadi obyek goa yang artistic dengan perpaduan lampu yang menarik dan atraktif. “Nama Goa Lawa juga akan diganti sebutannya agar lebih menjual menjadi Golaga yang berarti kepanjangan dari Goa Lawa Purbalingga,” katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Dra Tri Hendarwati mengungkapkan, Pemilihan Kakang-Mbekayu sebagai duta wisata ini dilatarbelakangi dengan tuntutan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat dijadikan sebagai andalan dalam meningkatkan devisa negara. Sektor ini merupakan industri yang cepat berkembang dan terbukti mampu bertahan terhadap berbagai terpaan, halangan dan rintangan. Disisi lain sektor ini memiliki pengaruh yang besar ke berbagai sendi kehidupan.

”Sejalan dengan Purbalingga yang akan jadi kota wisata, maka ajang pemilihan Kakang Mbekayu dapat menjadi salah satu sarana promosi wisata, baik di komunitas para pesertanya maupun dalam event yang lebih luas lagi,” kata Tri Hendarwati yang juga Sekretaris Dinbudparpora Purbalingga.

Tri Hendarwati menambahkan, dalam ajang pemilihan duta wisata ini, aspek yang dinilai meliputi pengetahuan umum, ngadi saliro dan ngadi busono, pengetahuan kepariwisataan, pemerintahan, tes tertulis dan penilaian pada saat grand final,” kata Tri Hendarwati.